Hampir 60% Daerah di Indonesia Masuk Zona Hijau Covid-19

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 24 Juni 2020 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 337 2235585 hampir-60-daerah-di-indonesia-masuk-zona-hijau-covid-19-sLvPPZJ93C.jpg Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, hampir 60% daerah di Indonesia berisiko rendah dan tergolong zona hijau Covid-19. Untuk daerah tersebut beberapa sektor sosial-ekonominya sudah mulai dibuka.

"Kalau kita lihat peta zonasi sejak tanggal 31 Mei sampai 21 Juni lalu, terlihat daerahnya dari 46,7% yang berisiko rendah dan hijau, ternyata turun menjadi 44 dan naik terus 52%, 58,3% sekarang. Jadi relatif hampir 60% daerah di Indonesia kondisinya risikonya rendah dan hijau. Untuk itu beberapa sektor yang aman sudah mulai dibuka," ucap Wiku saat jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Wiku menuturkan, jumlah rumah sakit yang memberikan pelayanan Covid-19 juga meningkat drastis dalam waktu tiga bulan. Dari semula berjumlah 250 menjadi 1.687. Semua data rumah sakit tersebut sudah terintegrasi.

"Sebaran rumah sakitnya juga meningkat menjadi 800 rumah sakit rujukan nasional dan provinsi, semua terhubung datanya dengan surveilans dan lab secara otomatis," imbuhnya.

Baca Juga : Jokowi Sebut Ancaman Covid-19 Belum Berakhir, Sejumlah Daerah Masih Tinggi

Baca Juga : Rekonstruksi Kasus John Kei Cs: Ada 14 Adegan di 3 Lokasi

Selain rumah sakit, kemampuan laboratorium Covid-19 juga meningkat drastis, dari semula satu buah kini sudah 220, dengan total sampel awalnya di bawah 1.000 sekarang sudah mendekati 20.000 per hari kemampuan tesnya.

"Ini adalah 11 kementerian/lembaga yang mengepalai dari lab-lab tersebut di Indonesia. Ini adalah prestasi yang luar biasa kerja sama lintas sektor untuk menjadi kekuatan Indonesia," tuturnya.

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan bahwa di sektor ekonomi dan kesehatan, Indonesia tenryata tidak lebih buruk dari pada negara yang lain. Bahkan, Indonesia relatif netral. "Ini modal kita untuk maju ke depan," pungkas dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini