Kebakaran Hutan Disebabkan Manusia, Jokowi: Penegak Hukum Harus Tegas!

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 23 Juni 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 337 2234756 kebakaran-hutan-disebabkan-manusia-jokowi-penegak-hukum-harus-tegas-j3NE7VI8Im.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut, 99 persen kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disebabkan oleh ulah manusia, baik di sengaja atau karena kelalaian. Oleh karena itu, dia ingin para pelakunya ditindak tegas tanpa kompromi.

"Kita tahu 99% kebakaran hutan karena ulah manusia baik karena disengaja atau kelalaian, oleh karena itu penegak hukum harus tegas dan tanpa kompromi untuk menyelesaikan masalah ini," katanya saat membuka rapat terbatas "Antisipasi Karhutla" di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Ia ingin aparat di lapangan proaktif mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Api harus segera dipadamkan sebelum membesar. Jangan sampai pemerintah kesulitan atau pontang-panting dalam menangani hal tersebut.

"Kita memiliki infrastruktur pengawasan sampai tingkat bawah, gunakan Babinsa, Babinkamtibmas dan kepala desa gunakan, api kalau masih kecil kalau bisa kita selesaikan akan lebih efektif, efisien dari pada sudah membesar kita pontang-panting," imbuhnya.

Jokowi mengingatkan, forum pimpinan daerah (Forkopimda) cepat tanggap bila terjadi karhutla. "Saya sampaikan jangan sampai api membesar baru kita padamkan. Sekecil mungkin api baru mulai segera harus kita cepat tanggap, saya minta kepada gubernur, bupati, walikota, pangdam, dandim, danrem, kapolda, kapolres, harus cepat tanggap mengenai ini," jelasnya.

Meskipun tengah berjibaku menangani pandemi corona, Jokowi mengingatkan jajarannya tidak melupakan kerja besar antisipasi karhutla.

Apalagi, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah daerah akan memasuki musim kemarau.

“Dari BMKG saya mendapat laporan bahwa 17% wilayah kita mengawali musim kemarau di bulan April, 17% di April dan 38% memasuki musim kemarau di bulan Mei, 27% masuk awal musim kemarau di bulan Juni, dan kemarau di sebagaian besar daerah zona ini akan terjadi di bulan Agustus,” pungkas Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini