KPK Jebloskan Mantan Aspidum Kejati DKI ke Lapas Cibinong

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 23 Juni 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 337 2234755 kpk-jebloskan-mantan-aspidum-kejati-dki-ke-lapas-cibinong-Q6hREerOP4.jpg Mantan Aspidum Kejati DKI Jakarta Agus Winoto (tengah) (Foto: Okezone/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Jaksa eksekutor pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Agus Winoto, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Cibinong, Jawa Barat, pada Senin 22 Juni 2020, kemarin.

Agus Winoto dijebloskan ke Lapas Cibinong setelah pidananya berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tioikor) Jakarta Pusat (Tipikor) Nomor 100/PID.SUS-TPK/2019/PN. Jkt. Pst, tanggal 24 Februari 2020, Agus divonis lima tahun penjara.

"Hari Senin (22 Juni 2020) 2 Jaksa Eksekusi KPK yaitu Leo Sukoto Manalu dan Josep Wisnu Sigit telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 100/PID.SUS-TPK/2019/PN. Jkt. Pst tanggal 24 Februari 2020 atas nama terdakwa Agus Winoto (Apsidum Kejati DKI)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (23/6/2020).

Agus Winoto divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat karena menerima suap terkait pengurusan tuntutan perkara yang ditangani Kejati DKI Jakarta. Agus Winoto terbukti menerima suap Rp200 juta dari pengusaha Sendy Pericho dan pengacaranya, Alfin Suherman terkait penanganan perkara di PN Jakarta Barat.

Atas dasar itu, Agus Winoto divonis dengan pidana lima tahun penjara serta denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat. Setelah putusannya berkekuatan hukum tetap, Agus Winoto dieksekusi ke Lapas Cibinong.

"Terpidana kemudian dilakukan eksekusi badan dengan cara memasukkannya ke Lapas Klas IIA Cibinong untuk menjalani pidana selama 5 tahun dikurangi selama proses penahanan dan juga kewajiban untuk membayar denda sebesar Rp200.000.000,00 subsidair 3 bulan kurungan," pungkas Ali.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini