Jokowi Ingin Pengawasan Karhutla Gunakan Teknologi Dashboard

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 23 Juni 2020 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 337 2234733 jokowi-ingin-pengawasan-karhutla-gunakan-teknologi-dashboard-4Zkazgg5O9.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo ingin monitoring dan pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memanfaatkan instrumen teknologi dashboard. Dengan sistem tersebut, maka situasi di lapangan akan terlihat secara detail dan rinci.

Jokowi ingin manajemen lapangan antisipasi karhutla dilaksanakan terkonsolidasi dan terkoordinasi. Update informasi di area rawan hotspot juga harus terus dilakukan.

"Untuk itu saya ingatkan kembali, pertama mengenai menejemen lapangan yang harus terkonsolidasi dan terkoordiansi dengan baik di area rawan hotspot, update informasi ini sangat penting sekali," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas "Antisipasi Karhutla" di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

"Manfaatkan teknologi untuk peningkatan monitoring dan pengawasan dengan sistem dashboard, saya lihat di Riau, Polda Riau saya kira sangat bagus memberikan sebuah contoh dan saya melihat langsung dashboard itu bisa menggambarkan situasi di lapangan secara rinci dan detail," tambahnya.

Jika semua wilayah rawan hotspot menerapkan sistem itu, maka ia yakin pengawasan karhutla akan mudah dilaksanakan.

Selain teknologi, Jokowi juga ingin infrastruktur pengawasan di tingkat terbawah dimaksimalkan untuk mengantisipasi karhutla.

"Kita memiliki infrastruktur pengawasasn sampai tingkat bawah, gunakan Babinsa, Babinkamtibmas dan kepala desa gunakan, api kalau masih kecil kalau bisa kita selesaikan akan lebih efektif, efisien dari pada sudah membesar kita pontang panting," jelas dia.

Meskipun tengah berjibaku menangani pandemi corona, Jokowi mengingatkan jajarannya tidak melupakan kerja besar antisipasi karhutla.

Apalagi, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah daerah akan memasuki musim kemarau.

“Dari BMKG saya mendapat laporan bahwa 17% wilayah kita mengawali musim kemarau di bulan April, 17% di April dan 38% memasuki musim kemarau di bulan Mei, 27% masuk awal musim kemarau di bulan Juni, dan kemarau di sebagaian besar daerah zona ini akan terjadi di bulan Agustus,” pungkas Jokowi.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini