John Kei Kembali Ditangkap, Lemkapi: Jangan Beri Ruang untuk Aksi Premanisme!

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 23 Juni 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 337 2234645 john-kei-kembali-ditangkap-lemkapi-jangan-beri-ruang-untuk-aksi-premanisme-62ZVUxWO4J.jpg John Kei bersama anak buahnya ditangkap Polda Metro Jaya (foto: Okezone.com/Dede)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang menangkap kelompok John Kei terkait kasus penganiayaan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dan penyerangan di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Tangerang.

Mantan anggota Kompolnas itu meminta Polri untuk tegas kepada aksi-aksi premanisme di Indonesia. Kata dia, Polri jangan pernah memberikan ruang terhadap aksi premanisme.

"Kita minta Polri tegas dan jangan beri ruang untuk aksi premanisme. Kita apresiasi penegakan hukum Polda Metro yang menangkap John Kei dkk," kata Edi saat dihubungi Okezone, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Penyerangan Kelompok John Kei, Kapolri : Negara Tidak Boleh Kalah dengan Preman!

Baca juga: Sebelum ke Rumah Nus Kei, Kelompok John Kei Bunuh Satu Orang di Kosambi

Edi meminta Polri untuk tegas dan melindungi masyarakat dari teror-teror premanisme. Menurut dia, masyarakat pasti akan membantu dan mendukung Korps Bhayangkara yang menindak tegas aksi premanisme.

"Masyarakat pasti akan mendukung tindakan Polri. Kita melihat Kapolda Metro cukup tegas terhadap aksi premanisme," tandasnya.

Seperti diketahui, John Kei bersama 30 anggotanya kembali ditangkap polisi lantaran kasus penganiayaan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dan penyerangan di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Tangerang.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, permasalahan tersebut berawal dari persoalan internal keluarga John Kei dengan Nus Kei soal pembagian uang hasil penjualan tanah di Ambon.

"Motif yang mendasari kelompok John Kei mekakukan aksinya itu bisa dikatakan persoalan internal keluarga antara John Kei dengan Nus Kei," ujar Nana Sudjana.

Menurut dia, John Kei merasa dikhianati karena tidak puas dengan pembagian uang hasil penjualan tanah. Tak adanya penyelesaian atas persoalan tersebut, keduanya saling melakukan pengancaman melalui handphone hingga akhirnya berujung pada aksi penyerangan yang dilakukan kelompok John Kei.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini