Waspadai Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti pada Pagi dan Sore Hari

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 22 Juni 2020 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 337 2234434 waspadai-gigitan-nyamuk-aedes-aegypti-pada-pagi-dan-sore-hari-MWKjQH185a.jpg Ahli infeksi dan pedriati tropik RSCM, dr Mulya Rahma Karyanti SpA (K). (BNPB)

Namun, apabila gejala semakin memburuk seperti muntah terus-menerus dan tidak buang air lebih dari 12 jam, perlu berhati-hati dan penderita segera mendapatkan perawatan medis.

Berbeda dengan gejala Covid-19 yang saat ini masih terjadi penularan, Mulya mengungkapkan pada kasus penyakit akibat virus corona lebih ke sistem saluran napas atas. Sedangkan gejala pada DBD ini lebih demam dan pendarahan kulit yang perlu diwaspadai, seperti mimisan, gusi berdarah, atau memar.

Sementara itu, gejala penderita DBD biasanya mengalami panas mendadak, kadang disertai muka merah, nyeri kepala, nyeri di belakang mata, muntah-muntah, dan biasanya bisa disertai pendarahan.

"Itu yang tidak ada pada Covid-19, pendarahan spontan, mimisan, gusi berdarah, atau timbul bintik-bintik merah di kulit, itu bisa terjadi," tuturnya.

Ia juga menjelaskan apabila penderita DBD pada hari ketiga panas tidak turun-turun, penderita harus meminum air. "Jadi, kalau hari ketiga dia kurang minum, akhirnya pasti ada gejala-gejala tanda bahaya, warning sign kita sebutnya," katanya.

Baca Juga : Masyarakat Diharapkan Waspadai Ancaman Demam Berdarah di Masa Pandemi Covid-19

Panas tinggi menunjukkan infeksi virus tinggi di dalam tubuh penderita. Suhu badan bisa mencapai 40 derajat. "Nah, kalau demam 2 sampai 3 hari tidak membaik, segera ke rumah sakit," kata Mulya.

Bahaya lain dapat diamati melalui gejala berupa sakit perut, letargi atau lemas, pendarahan spontan, pembesaran perut, hati dan ada penumpukan cairan. Penderita yang mengalami kondisi tersebut bisa berdampak pada fase kritis.

Baca Juga : Enam Warga Klaten Meninggal Akibat DBD di Tengah Pandemi Corona

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini