Wisata Alam di Zona Hijau dan Kuning Diizinkan Dibuka

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 22 Juni 2020 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 337 2234347 wisata-alam-di-zona-hijau-dan-kuning-diizinkan-dibuka-iLxq7K5q86.jpg Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo (foto: BNPB)

JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo memperbolehkan kawasan pariwisata alam yang berada di zona hijau dan kuning dibuka untuk umum ditengah pandemi Covid-19 atau virus corona.

Doni menjelaskan, pariwisata alam itu akan dibuka secara bertahap untuk aktivitas yang berbasis ekosistem dan koservasi dengan tingkat risiko Covid-19 paling ringan.

"Saat ini kawasan pariwisata alam yang diizinkan untuk dibuka kawasan yang ada di kab/kota dalam zona hijau dan kuning," kata Doni dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB Jakarta, Senin (22/6/2020).

Adapun, pariwisata alam yang diperbolehkan untuk dibuka secara bertahap antara lain, kawasan wisata bahari, konservasi air, kawasan wisata petualangan, kawasan taman nasional, kawasan taman wisata alam.

Lalu, kawasan hutan raya, suaka margasatwa, geopark, pariwisata alam non kawasan konservasi, kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata dan kawasan wisata alam yang dikelola masyarakat.

Doni menekankan, dibukanya pariwisata itu tetap harus melakukan pengetatan standar protokol kesehatan. Selain itu, jumlah pengunjung juga dibatasi setengah dari kapasitas yang ada.

"Kawasan pariwisata alam tersebut dapat dibuka secara bertahap sampai batasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal," ujar Doni.

Selain di zona hijau dan kuning, Doni menyebut hal itu diatur berdasarkan kesiapan dari daerah dan pengelola kawasan. Sementara, dibukanya pariwisata alam juga harus berdasarkan proses musyawarah dari seluruh pihak terkait.

"Diserahkan kepada Wali Kota dan Bupatim Pengambilan keputusan harus musyawarah, Forkompinda yang libatkan pengelola, IDI di daerah, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, pakar ekonomi kerakyataan, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, pegiat konservasi dan dunia usaha khususnya pelaku industri pariwisata," tutup Doni.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini