2 Anak Disabilitas Ditelantarkan Orangtua 4 Tahun, KPAI: Negara Tidak Boleh Abai

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 22 Juni 2020 06:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 337 2234024 2-anak-disabilitas-ditelantarkan-orangtua-4-tahun-kpai-negara-tidak-boleh-abai-loxT73jCGK.jpg KPAI sambangi dua anak disabilitas yang ditelantarkan orangtua selama 4 tahun (Foto: Ist)

JAKARTA - Wajah anak perempuan disabilitas umur 10 tahun itu mengerti sedang didatangi tamu. Meski, komunikasinya sangat terbatas, namun ia terlihat bahagia saat Komisioner KPAI Jasra Putra, Minggu 21 Juni 2020) menyapanya di RT 03 Kampung Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur.

“Tetangganya yang selama ini mengasuh menceritakan kondisi kedua anak disabilitas tersebut yang ditelantarkan orangtuanya,” kata Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra melalui keterangan tertulis.

Wiwi pendamping anak menceritakan sudah 4 tahun kedua anak tersebut ditinggal ayah kandungnya, sedangkan ibunya berjualan di Pasar Jatinegara. Sekali kali saja dapat berkunjung. Mereka pernah melaporkan perilaku kedua orangtua kepada P2TP2A Jakarta karena penelantaran anak, namun keduanya ketika dipanggil tidak pernah hadir, sehingga kasusnya ditutup.

Menurut Jasra, tetangganya merasa kondisi sekarang dengan memiliki anak umur 3,5 tahun dan 5 tahun dan kehidupan tidak seperti dulu karena Covid, menambah kian hari semakin berat mengurus keduanya. Apalagi semakin besar, kebutuhan khususnya semakin banyak.

“Dua tahun yang lalu pernah didaftarkan di sekolah inklusi, namun karena persyaratan kesehatan akhirnya tidak bisa memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Jasra Putra menyambangi langsung kediaman kedua anak disabilitas tersebut. Baginya ada hambatan komunikasi dan tetangga yang peduli kondisi anak perlu didukung. Namun, secara sosialisasi anak perempuan tersebut sangat baik, sehingga KPAI meminta dukungan DPRD yang juga hadir untuk ikut mendorong agar anak dapat penanganan dan memampukannya melalui sekolah inklusi terdekat.

Kedua anak disabilitas tersebut berumur 10 tahun dan 12 tahun, keduanya dilepas orangtuanya. Berbagai cara tetangga untuk memberi pelajaran kepada kedua orang tuanya belum berhasil baik.

KPAI berharap, dua anak disabilitas bisa memperoleh hak pendidikannya, seiring akan dimulainya Penerimaan Peserta Didik Baru (PBDB) online di DKI Jakarta. Sehingga anak tersebut bisa merasakan dan mendapatkan tumbuh kembangnya berjalan secara optimal sesuai usianya.

Mendengar anak pernah ditolak daftar pada tahun 2018, padahal sekolah tersebut seharusnya bisa menerima peserta didik disabilitas, KPAI sangat menyayangkan. Padahal, regulasi sudah sangat kuat dalam UU nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas bicara soal penghormatan, perlindungan dan pemenuhan para disabilitas.

“Oleh sebab itu, negara tidak boleh abai dan melakukan diskriminasi kepada kedua anak-anak tersebut,” katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini