Mengapa Lonjakan Kasus Corona di Indonesia Tembus 1.331?

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 19 Juni 2020 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 337 2232698 mengapa-lonjakan-kasus-corona-di-indonesia-tembus-1-331-MPNArG6P45.jpg Ilustrasi Covid-19/Foto: tangkapan layar BNPB

JAKARTA - Lonjakan kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia dalam beberapa hari belakangan ini cukup mengkhawatirkan. Tren lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat hingga menembus angka di atas 1.000.

Bahkan, angka kasus Covid-19 pada Kamis, 18 Juni 2020, mencapai rekor tertinggi. Pada tanggal tersebut, angka kasus virus corona di Indonesia melonjak 1.331. Lantas, kenapa lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia bisa tembus angka 1.331?

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof Wiku Bhakti Adisasmito menjelaskan, lonjakan kasus Covid-19 hingga menembus angka 1.331 disebabkan masifnya pelacakan (tracing) serta pengujian (testing) terhadap rang-orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan mereka yang terinfeksi virus corona.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog : Kemungkinan Belum Mencapai Puncaknya

Selain itu, kata Prof Wiku, pemerintah saat ini sedang menggencarkan pemeriksaan massal. Hal itu juga didukung sumber daya laboratorium pengujian spesimen yang makin canggih. Sehingga, uji spesimen yang dihasilkan oleh laboratorium lebih banyak diketahui dan dilacak.

"Iya (lonjakan kasus) karena testnya makin banyak, dan untuk daerah yang sumber daya laboratoriumnya bagus, bisa menyelesaikan test lebih banyak," kata Prof Wiku saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (19/6/2020).

Hingga Kamis, 18 Juni 2020, pemerintah total telah melakukan pemeriksaan terhadap 580.522 spesimen terdiri dari RT-PCR sebanyak 557.831 dan 12.691 TCM. Dari pemeriksaan spesimen tersebut, hasil akumulatif terhadap spesimen yang negatif sebanyak 315.897.

Baca juga: Belum Ada Obat yang Bisa Sembuhkan Covid-19 Sampai Sekarang

Sementara itu, hasil spesimen yang menunjukkan positif Covid-19 sebanyak 42.762. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 1.332 kasus. Angka itu merupakan yang tertinggi selama virus corona mewabah di Indonesia.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini