KPK Panggil Sekwan DPRD Muara Enim Terkait Suap Proyek PUPR

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 18 Juni 2020 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 337 2232175 kpk-panggil-sekwan-dprd-muara-enim-terkait-suap-proyek-pupr-AgVC3SWQRJ.jpg Gedung Merah Putih KPK. (Ist)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Muara Enim, Lido Septontoni, sebagai saksi terkait kasus suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muara Enim, Sumatera Selatan.

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi tersangka RS (Ramlan Suryadi),” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2020).

Ali menuturkan, selain memanggil Sekwan DPRD Muara Enim, KPK memanggil saksi lainnya terkait tersangka RS.

Mereka adalah Staf Perencanaan PUPR Kabupaten Muara Enim, Ahmad Riansyah; Staf Kasubag Keuangan Dinas PUPR Muara Enim, Ediansyah.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri. (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Lalu ada pegawai Bappeda Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Satria Dharmawan dan Tenaga Kerja Sukarela DPRD Kabupaten Muara Enim, Fira Nita binti Zulkarnain.

Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan dua tersangka terkait pengembangan perkara suap proyek di Dinas PUPR yang menyeret mantan Bupati Muara Enim Ahmad Yani. Kedua tersangka baru itu adalah Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB (AHB) dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Ramlan Suryadi.

Dalam perkara ini, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga tersangka, yaitu Ahmad Yani, kemudian Kabid Pembangunan Jalan di Dinas PUPR Muara Enim, Elfin Muhtar; dan pihak swasta, Robi Okta Fahlefi.

Ahmad Yani diduga menerima suap sekira Rp13,9 miliar dari Robi Fahlefi. Suap itu diduga berkaitan dengan 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim yang dimenangkan oleh perusahaan Robi. Ahmad Yani meminta bantuan kepada Elfin Muhtar agar proyek PUPR diberikan ke Robi.

Baca Juga : Divonis 5 Tahun Penjara, Bupati Muara Enim Nonaktif Nyatakan "Pikir-Pikir"

Aliran uang itu ternyata juga mengalir ke sejumlah pihak. Salah satu yang diduga menerima suap yakni, Aries HB dan Ramlan Suryadi. Aries diduga menerima Rp3,031 miliar dari Robi. Sementara Ramlan, didiga kecipratan Rp1,115 miliar dan satu unit telepon genggam merek Samsung Galaxy Note 10 dari Robi.

Baca Juga : KPK Panggil Anggota DPRD Muara Enim Terkait Suap Proyek PUPR

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini