Ketika Belanda Frustasi dan Kerahkan Pencari Jejak dari Afrika untuk Cari Sisingamangaraja

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 17 Juni 2020 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 337 2231557 ketika-belanda-frustasi-dan-kerahkan-pencari-jejak-dari-afrika-untuk-cari-sisingamangaraja-p8gQdhParA.jpg foto: Okezone

RAJA Sisingamangaraja XII dikenal kebal peluru, alhasil segala cara pun dilakukan penjajah Belanda untuk mendapatkan ataupun mengakhiri hidupnya. Sisingamangaraja XII merupakan salah satu pejuang untuk mempertahankan Indonesia dan tanah kelahirannya dari penjajah Belanda. Dia dilahirkan di Bakara, pada 18 Februari 1845 dan meninggal di Dairi, 17 Juni 1907.

Pada tahun 1877 perang Batak pun dimulai, dimana perang yang dimulai di Bahal Batu dan Humbang berlangsung ganas.

(Baca juga: Saat Peluru Marsose Menembus Sisingamangaraja XII yang Terkenal Kebal Senjata).

Dilansir dari beragam sumber, Rabu (17/6/2020), saat itu Belanda mengerahkan pasukan-pasukanya dari Singkil Aceh untuk menyerang pasukan yang dipimpin Raja Sisingamangaraja XII.

Hingga akhirnya Bankkara pusat pemerintahan Sisingamangaraja diserang pasukan Belanda. Akan tetapi saat di Tangga Batu dan Balige mendapatkan perlawanan dari Raja Sisingamangaraha XII.

Beragam taktik dikeluarkan Belanda untuk mendapatkan Sisingamangaraja. Salah satunya mendatangkan regu pencari jejak dari Afrika guna mencari persembunyian Raja Sisingamangaraja XII.

Adapun barisan pelacak tersebut berisikan orang Senegal. Barisan tersebut dijuluki pasukan Raja Sisisngamangaraja XII adalah ' ‘Sigurbak Ula na Birong’ (pemalas berkulit hitam). Meski regu pencari jejak sudah diturunkan oleh Belanda hal tersebut tidak membuatnya ketir dan tetap meneruskan pertarungan.

Akan tetapi saat awal abad ke-20, Belanda mulai berhasil menguasai Aceh. Sehingga tahun 1890, pasukan khusus ‘Marsose’ yang tadinya ditempatkan di Aceh, dikerahkan untuk menyerang Raja Sisingamangaraja XII di daerah Parlilitan.

Mendapat penyerangan yang tiba-tiba dan menghadapi persenjataan yang lebih modern dari kolonial Belanda, membuat perlawanan gigih pasukan Raja Sisingamangaraja XII-pun terdesak.

Dari situlah, Raja Sisingamangaraja XII menyingkir ke wilayah Dairi. Raja Sisingamangaraja XII melanjutkan peperangan secara berpindah-pindah. Pihak penjajah Belanda sempat melakukan penawaran diplomasi dengan Raja Sisingamangaraja XII, namun hak tersebut ditolaknya.

Usaha untuk menangkap Raja Sisingamangaraja XII semakin digencarkan usai melalui pengepungan yang ketat selama 3 tahun.

Markas Raja Sisingamangaraja XII diketahui oleh serdadu Belanda. Dalam pengejaran dan pengepungan yang sangat rapi, peristiwa tragis-pun terjadi. Dalam satu pertempuran jarak dekat, komandan pasukan Belanda kembali meminta Raja Sisingamangaraja XII untuk menyerah dan akan dinobatkan menjadi Sultan Batak.

Namun sang Raja Sisingamangaraja XII yang merasa tidak mau tunduk pada penjajah Belanda, memilih lebih baik mati daripada menyerah.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini