KPK Setor Denda dan Uang Pengganti Rp4,4 Miliar dari Eks Gubernur Kepri ke Negara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 16 Juni 2020 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 337 2230765 kpk-setor-denda-dan-uang-pengganti-rp4-4-miliar-dari-eks-gubernur-kepri-KWOxDrs992.jpg Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jaksa eksekutor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyetorkan denda dan uang pengganti terpidana mantan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun ke kas negara. Denda dan uang pengganti yang disetorkan ke kas negara itu berjumlah Rp4,4 miliar.

Uang sebesar Rp4,4 miliar itu terdiri dari denda sejumlah Rp200 juta dan uang pengganti sebesar Rp4.228.500.000. Nurdin Basirun sendiri merupakan terpidana penerima suap dan gratifikasi terkait izin pemanfaatan ruang laut di wilayah Kepulauan Riau.

"Pada Kamis 9 Juni 2020 telah melaksanakan penyetoran denda sejumlah Rp200.000.000 dan uang pengganti sebesar Rp4.228.500.000 kepada kas negara sebagai pelaksanaan atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 106/Pid.Sus-TPK/2019/PN. JKT. PST tanggal 9 April 2019 atas nama terdakwa Nurdin Basirun yang telah berkekuatan hukum," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (16/6/2020).

Gubernur Kepri Nurdin Basirun 

Penyetoran denda dan uang pengganti tersebut merupakan upaya KPK dalam penyelamatan dan pemulihan keuangan negara. KPK terus berupaya untuk memaksimalkan pemasukan keuangan negara lewat denda dan uang pengganti dari para terpidana kasus korupsi.

"KPK akan terus untuk berupaya maksimal adanya pemasukan bagi kas negara dari setiap penanganan perkara tindak pidana korupsi baik melalui pemidanaan denda maupun uang pengganti hasil korupsi yang dinikmati terpidana," terangnya.

Sebelumnya, Nurdin Basirun juga telah dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada 10 Juni 2020. Nurdin dieksekusi setelah putusannya di tingkat pertama atau Pengadilan Tipikor berkekuatan hukum tetap (inkracht).

"KPK sebelumnya pada hari Rabu (10/6/2020) juga telah melaksanakan eksekusi badan Terdakwa Nurdin Basirun ke Lapas Sukamiskin untuk menjalani pidana badan," ucapnya.

Sekadar informasi, Nurdin Basirun divonis empat tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Selain itu, Nurdin Basirun juga diganjar untuk membayar denda sebesar Rp200 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan Nurdin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena menerima suap sebesar Rp45 juta dan 11.000 dolar Singapura terkait izin pemanfaatan ruang laut di wilayah Kepulauan Riau. Tujuan pemberian suap itu adalah agar Nurdin Basirun selaku Gubernur Riau menandatangani Surat Izin Prinsip Pemanfaatan Laut atas nama pemohon Kock Meng seluas 6,2 hektare.

Tak hanya itu, hakim juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Nurdin Basirun. Pidana tambahan tersebut yakni, kewajiban Nurdin Basirun untuk membayar uang pengganti senilai Rp4.228.500.000 dan pencabutan hak politik selama 5 tahun setelah menjalani pidana pokok.

Selain suap, Nurdin juga terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp4,2 miliar. Uang itu diduga berasal dari pengusaha yang meminta penerbitan izin pemanfaatan ruang laut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini