IKAPPI : 573 Pedagang Pasar Tradisional Positif Covid-19 dan 32 Meninggal

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 16 Juni 2020 05:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 337 2230654 ikappi-573-pedagang-pasar-tradisional-positif-covid-19-dan-32-meninggal-fZUScFI4rS.jpg Pedagang di pasar menggunakan masker. (Ilustrasi/Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Ketua DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Dimas Hermadiyansyah mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, terjadi penambahan kasus Covid-19 di 110 pasar Indonesia. Pihaknya menemukan penambahan baru sebanyak 44 orang dinyatakan positif Covid-19 dan sebanyak 3 meninggal dunia.

“Dengan bertambahnya kasus Covid-19 di Pasar yang kini mencapai 573 orang positif dan 32 orang meninggal yang tersebar di 110 pasar seluruh Indonesia,” kata Dimas dalam keterangannya, Selasa (15/6/2020).

Dimas pun mengatakan, pihaknya ingin semua pihak baik itu relawan, BUMN, pemda/BUMD, organisasi masyarakat, kepemudaan, dan perusahaan swasta bersama-sama menyelamatkan pasar dari penyebaran Covid-19. Salah satu caranya melakukan berkolaborasi bersama.

Pasar Rawasari. (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

Menurutnya, hal ini penting karena besarnya jumlah pasar tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 13.450 pasar. Dari jumlah tersebut menampung sebanyak 12,3 juta pedagang belum termasuk para pemasok barang, pedagang kaki lima (PKL), kuli panggul, serta jejaring rantai di pasar tradisional.

“Belum lagi dilihat dari nilai ekonomi yang berputar di pasar tradisional seluruh Indonesia mencapai triliunan rupiah per hari,” ucap Dimas.

Dengan bertambahnya temuan kasus positif Covid-19 di pasar tradisional, kata Dimas, mata pencaharian 12 juta lebih pedagang terancam hilang. Oleh karena itu, pelaksanaan protokol kesehatan di pasar harus secara intensif disosialisasikan, serta pelaksanaan program bantuan penyediaan masker maupun hand sanitizer untuk pedagang, serta penyemprotan disinfektan secara rutin di saat pasar berhenti beroperasi.

“IKAPPI sedang dan terus berikhtiar melakukan langkah-langkah koordinasi dan sinergi dengan pihak terkait agar ada peran serta dari seluruh komponen masyarakat untuk ikut bergotong-royong melawan Covid 19 di pasar,” ujarnya.

Dengan berbagai rujukan penerapan protokol kesehatan yang sudah dipelajari, seperti di Pasar Bendo Trenggalek, Pasar Kota Salatiga, Pasar Raya Padang, IKAPPI membentuk Satgas IKAPPI untuk Penanggulangan Penyebaran Covid (SIGAP Covid-19) di pasar tradisional yang akan mulai diterapkan di DKI Jakarta sebagai proyek percontohan.

Baca Juga : Putus Mata Rantai Covid-19 di Pasar, Khofifah Selangkah Lebih Maju dari Anies

“Kita berharap bisa bersama-sama menjaga agar pasar aman dan nyaman untuk di kunjungi serta mata pencaharian 12 juta lebih masyarakat yang menggantungkan hidup di pasar tradisional terselamatkan,” tuturnya.

Baca Juga : Pengunjung di Mal Pejaten Village Masih Sepi saat Transisi PSBB

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini