Cerita Pramono Edhie Wujudkan Tekad Kibarkan Merah Putih di Puncak Everest

INews.id, · Minggu 14 Juni 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 14 337 2229860 cerita-pramono-edhie-wujudkan-tekad-kibarkan-merah-putih-di-puncak-everest-Mh3m6GKf4y.jpeg Jenderal TNI (purn) Pramono Edhie Wibowo. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn.) Pramono Edhie Wibowo telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Minggu (14/6/2020). Putra dari jenderal penumpas PKI, Letjen Sarwo Edhie Wibowo itu meninggal setelah mengalami serangan di usia 65 tahun.

Kakak ipar Pramono Edhie, Letnan Jenderal (Letjen) (Purn) TNI Erwin Soejono menceritakan beberapa momen yang ditorehkan almarhum saat masih berdinas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Salah satunya adalah ide almarhum untuk mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia di Gunung Everest.

"Tetapi almarhum punya tekad yang kuat, dengan misi komando pantang pulang sebelum berhasil. Lebih baik pulang nama daripada gagal di medan tugas," ujarnya.

BACA JUGA: Kisah Pramono Edhie Digembleng sebagai Prajurit Kopassus: Disiksa Bak Tawanan Perang hingga Lintasi Selat

Pada Sabtu, 26 April 1997 pukul 15.40 waktu Nepal, Erwin menuturkan, bendera merah putih berhasil dikibarkan di puncak Gunung Everest pada ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut (mdpl). Belum lagi dengan cuaca yang cukup ekstrem dengan suhu di bawah 0 derajat celcius.

BACA JUGA: Pramono Edhie Wibowo: Janggal Jadi Ipar SBY hingga Peristiwa Cebongan

"Peristiwa ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mencapai puncak tertinggi di dunia," katanya.

Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia karena serangan jantung, Sabtu, 13 Juni 2020 pukul 19.42 WIB. Pramono sempat menjalani perawatan selama 3 jam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan, Cianjur, Jawa Barat. Almarhum sempat mengalami anfal hingga akhirnya meninggal dunia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini