Cerita Pria Sragen Koleksi 4.000 Fosil, Berawal dari Iseng di Masa Kecil

Agregasi Solopos, · Sabtu 13 Juni 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 13 337 2229444 cerita-pria-sragen-koleksi-4-000-fosil-berawal-dari-iseng-di-masa-kecil-4ww0dTZ3YN.jpg Sudarsono pengoleksi fosil. Foto: Solopos

SRAGEN – Pada umumnya sebagian orang hobi mengoleksi barang-barang antik yang usianya tua, sebagian melampui umur pemiliknya. Namun pria satu ini malah memiliki hobi unik, yaitu mengoleksi fosil. Kok bisa?

Untuk diketahui saat ini terdapat sekitar 4.000 fosil dan benda-benda kuno tersimpan di rumah milik Sudarsono (62) di Dukuh Ngadirejo, Desa Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah.

Fosil dan benda-benda kuno itu sebagian besar ia temukan saat penggalian proyek sodetan Sungai Bengawan Solo pada 1975.

Fosil yang tersimpan di rumah Sudarsono terdiri atas tengkorak manusia purba, serpihan tulang hewan purba seperti rahang gajah, pecahan gading, kura-kura, kerang, siput, berbagai kapak, hingga botol bekas yang rata-rata peninggalan akhir abad 18 hingga awal 19.

"Semua fosil itu saya temukan di proyek sodetan Sungai Bengawan Solo pada 1975. Dulu dibiarkan teronggok, bercampur material tanah dan batu. Pada saat itu saya masih kecil. Saya iseng saja mengumpulkan barang-barang itu di rumah," ujar Sudarsono saat ditemui wartawan di lokasi, Jumat 12 Juni 2020 sebagaimana dikutip dari Solopos.

"Ternyata barang-barang itu ada fosil yang menarik minat warga asing. Sejak saat itu, banyak warga asing yang datang untuk melihat fosil-fosil koleksi saya. Banyaknya tamu dari luar negeri itu membuat saya lebih bersemangat untuk mengumpulkan fosil," imbuhnya.

Baca Juga: Dinosaurus 'Ompong' Berusia 110 Juta Tahun Ditemukan di Australia

Pada awalnya, sekitar 4.000 fosil itu hanya ditumpuk begitu saja di rumah Sudarsono. Baru pada masa kepemimpinan Bupati Agus Fatchur Rahman, ia mendapat hibah tiga lemari etalase. Lemari itu digunakan untuk menyimpan sekitar 2.000 fosil yang sudah diidentifikasi. Sementara sekitar 2.000 fosil yang belum diidentifikasi masih menumpuk di sebuah rak panjang.

Sesuai amanat UU Nomor 11/2010, masyarakat diperbolehkan merawat benda cagar budaya secara mandiri. Rumah fosil milik Sudarsono merupakan salah satu museum kecil yang dikelola oleh masyarakat.

Kendati begitu, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi jika masyarakat ingin merawat benda cagar budaya itu secara mandiri.

Beberapa syarat itu adalah bersedia melaporkan koleksi museum secara berkala, informasi yang disampaikan kepada pengunjung dipastikan benar, bersedia melakukan konservasi secara berkala dan mau menjaga benda cagar budaya itu supaya tidak hilang.

Dikunjungi Ilmuan

Rumah fosil milik Sudarsono di Sragen itu sudah dikunjungi berbagai ilmuan dari mancanegara. Rata-rata mereka adalah para arkeolog yang tertarik meneliti benda purbakala di daratan Jawa.

Sudarsono memiliki komitmen untuk terus menjaga benda purbakala yang dilindungi oleh Negara itu.

Dia tidak memungkiri ada banyak tawaran menggiurkan dari para tamu mancanegara. Mereka bermaksud membeli fosil-fosil itu dengan harga fantastis mulai dari Rp50 juta hingga Rp200 juta per fosil. Akan tetapi, Sudarsono tidak berniat menjual fosil-fosil itu meski ditawar dengan harga fantastis.

"Saya tidak silau uang. Kalau dijual, nanti akan habis. Bagi saya, penghasilan dari hasil jualan bonsai sudah lebih dari cukup untuk mencukupi kebutuhan," jelas Sudarsono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini