Pemerintah Akui Kesulitan Terapkan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 13 Juni 2020 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 13 337 2229439 pemerintah-akui-kesulitan-terapkan-protokol-kesehatan-di-pasar-tradisional-bKOJdlnId5.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Pasar merupakan salah satu sektor yang dikecualikan untuk ditutup saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saat ini, pasar tradisional menjadi salah satu kluster penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang sulit untuk dikendalikan.

Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Informasi dan Komunikasi Politik, Juri Ardiantoro mengakui bahwa pemerintah sulit untuk menerapkan protokol kesehatan di pasar tradisional.

Hal itu menanggapi kabar tentang banyaknya ditemukan kasus positif Covid-19 di kluster pasar tradisional. Sah satu protokol kesehatan yang sulit diterapkan di pasar tradisional yakni, jarak jarak atau social distancing.

"Social distancing di pasar ini memang sulit dikendalikan, kecuali ada beberapa pasar yang oleh pemerintah daerah dan pengelola pasar bisa dilakukan penyesuaian untuk adanya physical distancing, tapi dibeberapa daerah belum bisa," kata Juri saat mengikuti diskusi akhir pekan Polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'New Normal Lintas Negara', di Jakarta, Sabtu (13/6/2020).

Sulit diterapkannya protokoler kesehatan di pasar tradisional menyebabkan penularan virus corona sulit ditangani. Oleh karenanya, pasar tradisional jadi kluster baru penyebaran virus corona, dalam beberapa waktu belakangan ini.

"Jadi pasar sekarang menjadi salah satu concern pemerintah untuk dilakukan test," ujarnya.

Sebelumnya, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat adanya peningkatan angka positif Covid-19. Mayoritas yang terinfeksi virus corona yakni, para pedagang pasar. Hingga hari ini, ada sebanyak 529 pedagang pasar yang positif covid-19.

Jumlah tersebut naik dibandingkan data yang dirilis IKAPPI sebelumnya pada 10 Juni 2020 yang menyebut 439 pedagang di seluruh Indonesia positif covid-19. IKAPPI mencatat 12,3 juta orang menjadi pedagang di 13.450 pasar tradisional di seluruh Indonesia.

"Menurut catatan kami hingga hari ini ada 529 pedagang pasar positif covid-19 dan 29 di antaranya meninggal dunia," kata Ketua Bidang Keanggotaan DPP IKAPPI, Dimas Hermadiyansyah melalui keterangan tertulisnya di Jakarta.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini