Share

Pakar Hukum Dukung Tindak Tegas Bandar Narkoba untuk Keselamatan Bangsa

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 10 Juni 2020 20:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 337 2227869 pakar-hukum-dukung-tindak-tegas-bandar-narkoba-untuk-keselamatan-bangsa-0lgyL4GnAL.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menindak sejumlah kejahatan jalanan dan juga menindak tegas para pelaku narkoba di Indonesia. Seperti Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Merah Putih Polri, yang mengungkap 402,38 kilogram sabu di Vila Taman Anggrek, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu lalu.

Para pelaku berinisial BK (45), I (33), S (36), NH (40), R (41), dan YFC (31). Mereka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dalam dua pasal ini, para pelaku diancaman hukuman mati dan atau seumur hidup.

Menanggapi hal itu, Pakar hukum pidana, Frans Hendra Winarta mendukung tindakan tegas yang dilakukan Polri terhadap para bandar, penyelundup narkoba, dan pelaku yang membuat barang haram tersebut.

“Kita hargai upaya Polri, tapi ke depan kebijakannya harus sesuai kebutuhan penanggulangan korban pemakai narkoba. Ini soal urusan kebijakan yang harus sesuai kebutuhan. Pencegahan dan pengurangan itu penting, untuk para pemakai walaupun pemberatantasan produksi narkoba juga penting,” kata Frans, Rabu (10/6/2020).

 

Ketika ditanya mengenai tembak mati bandar narkoba yang melakukan perlawanan, khususnya mengancam jiwa anggota yang hendak melakukan penangkapan. Menurut Frans, hal tersebut sudah sesuai prosedurnya.

“Kalau melawan-kan ada prosedurnya menurut hukum," sambungnya.

Meski mendukung tindakan tegas terukur, Frans mengingatkan aparat penegak hukum, termasuk Polri untuk tak memukul rata perlakuan dalam kasus narkoba. Menurut Frans, saat ini banyak penderita narkoba seharusnya diterapi bukan dihukum.

“Kebijakannya harus dipilah-pilah, jangan digebah uyah (menyamaratakan). Tidak sama pengendaliannya. Kalau produsen perlakuannya harus keras karena membahayakan kaum muda, dan hari depan Indonesia,” kata staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Atmajaya ini.

 sabu

Frans juga mengapresiasi langkah Polri selama ini dalam pemberantasan narkoba. Kapolri Jenderal Idham Azis sebelumnya menyampaikan, Polri sejak Januari hingga awal Juni 2020, telah menggagalkan peredaran 6,9 ton narkoba, dengan rincian 3,52 ton sabu; 3,35 ton ganja; 55,26 tembakau gorila; dan 552 ribu butir pil XTC.

Sementara jumlah tersangka yang ditetapkan dalam berbagai kasus narkoba sepanjang periode itu sebanyak 25.526 orang.

Komitmen Polri dalam pemberantasan narkoba juga ditunjukkan dengan pembentukan Satgas Merah Putih di era Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Berbagai pengungkapan besar kasus narkoba telah dilakukan Satgasus Merah Putih sejak dibentuk beberapa tahun lalu. Sepanjang tahun 2020 ini misalnya, Satgasus yang kini dikepalai Brigjen Ferdy Sambo itu telah menggagalkan peredaran lebih dari 1,6 ton sabu-sabu.

Di antaranya, pengungkapan 288 Kg sabu di Serpong, Tangerang, pada 30 Januari, dan 821 kg sabu di Banten pada 25 Mei. Terakhir, tim khusus Satgasus yang dipimpin Kombes Herry Heryawan kembali mengungkap peredaran sabu jaringan Iran di Sukabumi, Jawa Barat pada 4 Juni silam. Dalam kegiatan yang ikut didampingi Brigjen Iwan Kurniawan tersebut menangkap 5 pelaku dengan barang bukti 402 kilogram narkotika jenis sabu.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini