Dua Sebab Lonjakan Kasus Covid-19: Penularan saat Lebaran dan Masifnya Pemeriksaan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 10 Juni 2020 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 337 2227329 dua-sebab-lonjakan-kasus-covid-19-penularan-saat-lebaran-dan-masifnya-pemeriksaan-6y5r0Nh2lx.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA - Lonjakan kasus positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia kembali mencatat rekor tertinggi. Terdata, ada penambahan kasus sebanyak 1.043 pada Selasa, 9 Juni 2020 hingga pukul 12.00 WIB. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai angka 33.076.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengatakan bahwa Indonesia saat ini belum pantas untuk memasuki fase The New Normal atau tatanan hidup baru. Sebab, Indonesia belum mampu mengendalikan laju penyebaran virus Corona.

"Indonesia sama sekali belum pantas diwacanakan The New Normal. Jadi, transmission control betul-betul uncontrol, belum bisa kita kendalikan, maka itu, laju kenaikan yang saat ini wajar," kata Hermawan kepada Okezone, Rabu (10/6/2020).

Hermawan menganalisis ada dua dugaan penyebab melonjaknya Corona di Indonesia hingga tembus 1.043 kasus pada Selasa, 9 Juni 2020. Dua penyebabnya itu yakni karena adanya penyebaran virus corona saat lebaran dan masifnya pemeriksaan spesimen Covid-19.

"Fakta penaikan kasus sebenarnya ada dua penyebab, pertama karena situasi saat lebaran, seminggu dan setelahnya. Kedua karena kapasitas pemeriksaan ini juga hal yang betul-betul harus diperhatikan," terangnya.

Hermawan meminta agar pemerintah mewaspadai adanya lonjakan kasus yang lebih tinggi menyusul diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi. Ia memprediksi bakal ada lonjakan kasus positif pada pekan kedua pemberlakuan PSBB masa transisi.

"Sekarang juga PSBB sudah dilonggarkan, dimana PSBB transisi, jalanan, perkantoran sudah kembali ramai, aktivitas di ruang publik padat, sehingga kami merasa ini akan menjadi kenaikan baru yang akan signifikan pada pekan ketiga dan keempat," ucapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini