Puluhan Juta Suara Pemilih Hangus Bila RUU Pemilu Nekat Diketok DPR

Fahmi Firdaus , Okezone · Minggu 07 Juni 2020 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 07 337 2225757 puluhan-juta-suara-pemilih-hangus-bila-ruu-pemilu-nekat-diketok-dpr-THrrP0C5gp.jpg foto: ist

JAKARTA – Puluhan juta suara dipastikan bakal hangus bila Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu yang saat ini sedang digodok di DPR disahkan. Hal ini diutarakan tujuh sekretaris jenderal (sekjen) partai politik yang tergabung dalam Forum Sekjen Pro Demokrasi.

Ketujuh sekjen tersebut adalah Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Ferry Noor. Sekjen Partai Hanura Gede Pasek Suardika, Sekjen Partai Garuda Abdullah Mansuri, Sekjen PSI Raja Juli Anthon dan PKP Indonesia (Verry Surya Hendrawan).

Sekjen Hanura, Gede Pasek Suardika, mengatakan, filosofi krusial yang hilang dari RUU Pemilu adalah tentang Keadilan dan Persatuan. Namun kata dia, tampak jelas dipertontonkan bahwa hasrat kekuasaan secara terang benderang mengalahkannya.

“Belum lagi, jelas akan mengancam kenusantaraan kita. Karena sangat mungkin bahwa daerah yang memiliki jumlah penduduk kurang padat, justru akan diwakili oleh Wakil Rakyat dari daerah lain (yang padat),”tegas Sekjen Hanura, Gede Pasek Suardika, dalam pertemuan via video conference pada Sabtu ( 6/6/2020) malam.

Sementara itu, Sekjen Berkarya, Priyo Budi Santoso menekankan pada potensi resiko jumlah suara pemilih yang hilang.

“Menjadi kegelisahan bersama, tentang besarnya kemungkinan suara pemilih yang hangus. Kami merasa wajib hadir menjadi penyeimbang informasi ke masyarakat; bahwa resiko (hangusnya puluhan juta suara) itu nyata adanya” ungkapnya

Di sisi lain, Sekjen Afriansyah Ferry Noor melihat fakta bahwa kondisi yang relatif sama dihadapi di tahun 2009, 2014 dan 2014.

“Ya berproses di MK (lagi). Tapi apa kita akan terus menerus buang-buang energi seperti ini, setiap 5 tahun? Hanya untuk melawan arogansi dan hasrat berkuasa yang berlebihan ini?,” tegasnya.

“Sejatinya, Baik usulan Parliamentary Threshold dan atau Presidential Threshold yang diajukan merupakan ancaman nyata terhadap demokrasi kita. Sudah banyak suara negatif masuk dari daerah-daerah. Masyarakat luas harus segera disadarkan,”susul Sekjen Garuda Abdullah Mansuri & Sekjen PSI Raja Juli Antoni

“Ini nyata-nyata kita semua kecolongan. Nggak jelas kapan kajian akademis, kapan diskusi pendahuluan..., eh tiba-tiba sudah menjadi prolegnas di DPR RI. Prioritas lagi! Kerja kilat!,” sambung Sekjen Perindo Ahmad Rofiq.

“Komunikasi intens akan kita jalin dengan semua kalangan. Termasuk dengan ketiga parpol DPR RI yang menentang RUU ini; PAN, PPP dan Demokrat. Dan tentu saja juga (komunikasi) dengan para sahabat DPR RI yang mengusulkannya. Segera kami jadwalkan untuk bertemu, dan insya Allah dapat menghasilkan terbaik untuk bangsa dan negara tercinta” tutup Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan

Pertemuan via video conference tersebut berlangsung sangat hangat, dan disertai dengan guyonan khas para sekjen. Ketujuh sekjen tersebut juga sepakat bahwa pertemuan regular akan terus dilaksanakan dan jadwal berikutnya adalah di pekan depan.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini