Heli MI-17 Jatuh di Kendal, Komisi I Minta TNI Intensif Lakukan Investigasi

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 07 Juni 2020 05:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 07 337 2225689 heli-mi-17-jatuh-di-kendal-komisi-i-minta-tni-intensif-lakukan-investigasi-CFcoGrp1uj.jpg ist

JAKARTA - Helikopter MI-17 milik TNI AD dengan nomor registrasi HA 5141 jatuh di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, ketika sedang melakukan latihan terbang.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR, Willy Aditya meminta TNI melakukan investigasi intensif terhadap apa yang terjadi dengan pesawat buatan Rusia tersebut. Pesawat angkut jenis MI-17 termasuk pesawat angkut milik TNI AD yang paling banyak dipakai dalam misi latihan maupun misi pengiriman logistik dan pasukan.

Apalagi, kata Ia, tepat hampir satu tahun yang lalu Juni 2019, helikopter yang sama juga dikabarkan jatuh di kawasan oksibil, Papua dalam misi pengiriman logistik pasukan. Jenis heli yang sama juga pernah dikabarkan hilang kontak dan jatuh di oksibil bulan Februari 2020.

“Kemenhan dan TNI perlu melalukan investigasi intensif terhadap beberapa kejadian kecelakaan MI-17 ini. Kalau 2 kejadian sebelumnya di Oksibil dimulai dengan kehilangan kontak, nampaknya tidak mungkin dengan yang di Kendal. Ini perlu penyelidikan mendalam,” kata Willy saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Willy, alutsista TNI AD merupakan hal penting penunjang operasi pasukan. Sebab itu, Ia meminta Kemenhan dan TNI untuk benar-benar memastikan hal-hal teknis pesawat benar-benar tidak ada masalah untuk digunakan.

Selain itu, sebagai pembeli, menurutnya Indonesia perlu menekankan pelatihan teknis dari industri pembuat yang memadai untuk sumber daya manusia yang akan menggunakannya.

“Faktor terjadinya kecelakaan bisa karena hal teknikal bisa juga karena sumber daya manusia. Kalau karena hal teknikal, maka Kemenhan atau TNI bisa saja mengajukan klaim gugatan terhadap kecelakaan yang terjadi. Kalau karena SDM yang belum menguasai teknologinya, maka ada kewajiban bagi supplier untuk melakukan pelatihan yang memadai,” ujar Willy.

Politisi Partai NasDem tersebut menuturkan, kecelakaan yang kerap terjadi terhadap MI-17 sudah menjadi perhatian publik. Untuk itu Kemenhan dan TNI perlu memberi penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar terntang apa yang sebenarnya terjadi.

“Masyarakat tentu sangat mencintai tentaranya, karena itu mereka juga tidak ingin tentara menjadi korban dalam kecelakaan yang merenggut nyawa. Kemenhan atau TNI perlu menjelaskan hasil investigasinya, agar dukungan masyarakat terhadap TNI juga semakin membesar. Bentuknya paling minim adalah dukungan untuk mengalokasikan APBN jika memang perlu penggantian atau peremajaan,” papar Willy.

Willy berharap dalam waktu dekat baik TNI AD maupun Kemenhan dapat memulai investigasinya. Koordinasi antara TNI, KNKT, pihak pabrikan menurutnya mendesak perlu dilakukan agar ditemukan penyebab dan langkah perbaikan yang perlu dilakukan.

“Dari kejadian Februari 2020, Juli 2019 tentu sudah ada hasil investigasi, nah ditambah dengan hasil investigasi saat ini tentu akan menjadi makin banyak bahan analisa yang diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Saya kira Menteri Pertahanan yang juga mantan TNI AD akan menaruh perhatian besar terhadap hal ini,” tutup Willy.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini