Penjelasan Polri Terkait Tewasnya Terduga Teroris Asal Solo

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 06 Juni 2020 18:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 06 337 2225604 penjelasan-polri-terkait-tewasnya-terduga-teroris-asal-solo-APcXRgMys4.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menjelaskan penyebab terduga teroris asal Solo, Bagus Kurniawan (26) meninggal dunia saat ditahan polisi.

Awi mengungkapkan, dari hasil diagnosa sementara Bagus meninggal disebabkan oleh beberapa jenis penyakit yang dideritanya. Namun, masih diperlukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

"Pasien dinyatakan meninggal pukul 12.30 WIB, 2 Juni 2020 dengan diagnosa, prolong fever, sepsis susp meningitis, efusi pleura. Penyebab kematian pasti disarankan untuk pemeriksaan dalam atau autopsi," kata Awi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Sabtu (6/6/2020).

Namun kata Awi, pihak keluarga menolak jenazah Bagus untuk dilakukan proses autopsi agar memastikan penyakit yang dideritanya. Pihak keluarga memilih untuk langsung memakamkan jasad tersebut. "Jenazah sudah dibawa oleh keluarganya 2 hari yang lalu dan ada surat menolak otopsi. Dari pemeriksaan luar tidak ada tanda kekerasan," jelasnya.

Awi menjelaskan, Densus 88 memang melakukan penahanan terhadap terduga teroris tersebut.

Hal tersebut berdasarkan Sprin Penahanan No. 231/XI/2019/DENSUS, 26 Nobember 2019, di Rumah Tahanan Cabang Rutan Mako Brimob Cikeas.

Bagus juga sebelumnya sudah dilakukan perpanjangan penahanan berdasarkan Surat Kepala Kejaksaan Agung RI Nomor 253/E.5/Ftl1/3/2020 tgl 20 Maret 2020, terhitung 25 Maret 2020 hingga 23 Mei 2020.

Lalu, perpanjangan PN Jakarta Selatan nomor : 725/PEN.Pid/ 2020/PN JKT Sel, tgl 18 Mei 2020, terhitung 24 Mei sampai dengan 12 Juni 2020. "Bahwa berkas perkara tersangka Bagus Kurniawan, sedang menunggu tahap 2 dari JPU yang rencananya akan dilimpahkan pada tahap 2 tanggal 12 Juni 2020," jelasnya.

Baca Juga : Update Kasus Corona Jatim Hari Ini, Paling Banyak Pasien Positif & Sembuh

Kemudian, saat berada dalam masa penahanan, Bagus menyatakan merasa sakit. Pada 1 Juni dia langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati. "Saat masuk tampak sakit, sadar, tekanan darah 120/7, nadi 103, RR 20, suhu 38,3 dari hasil rontgen dada ada cairan di pleura kanan, mendapat terapi sesuai klinis," jelasnya.

Keterlibatan Dengan ISIS

Bagus, kata Awi, terjerat kasus Tindak Pidana Terorisme berdasarakan LP Nopol : LP/A/82/VI/2019/ Jateng/Res, SKH, tgl 03 juni 2019 dan LP/A/215/XI/2019/DENSUS, tgl 18 November 2019 dengan ancaman hukuman sesuai pasal 15 Jo Pasal 7 Jo pasal 13 Perpu nomor 1 tahun 2002 yamg telah ditetapkan menjadi UU no15 tahun 2003 Jo UU no 5 tahun 2018, tentang perubahan UU nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Awi menyebut sejak tahun 2014, Bagus sudah tertarik dengan kelompok terorisme ISIS yang diketahui melalui media sosial Facebook. Terduga juga telah bergabung dengan kelompok terorisme jaringan Solo.

Dari dugaan sementara, pelaku tersebut berenca akan menyerang kantor polisi atau personal Polri di Solo. "Bahkan, jaringan ini sudah matang dalam persiapan melancarkan aksinya dengan melakukan pelatihan menembak dan menyiapkan senjata api," tandasnya.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini