Belum Saatnya Membuka Kembali Sekolah

Pernita Hestin Untari, Okezone · Sabtu 06 Juni 2020 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 337 2225479 belum-saatnya-membuka-kembali-sekolah-WLjncIGSd5.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan tatanan baru atau new nornal di tengah pandemi virus corona (Covid-19) pada awal Juni 2020. Beberapa wilayah telah membuka kegiatan sosial-ekonomi dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Namun, pembelajaran langsung di sekolah belum diadakan kembali.

Ketua Departemen Epidemilogi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunus Miko Wahyono menilai, keputusan menutup sekolah sudah tepat. Pasalnya, angka kasus virus corona (Covid-19) masih fluktuatif atau naik turun. Selain itu, sekolah juga masih bisa dilaksanakan secara daring (online).

“Untuk sektor pendidikan masih ada alternatif memakai online. Sampai benar-benar aman daring atau online bisa menjadi alternatif. Pendidikan tidak ada-apa belum dibuka, karena itu prosesnya masih bisa berjalan,” kata Miko dalam diskusi Polemik Trijaya virtual, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: New Normal, Jumlah Guru dan Tenaga Medis Perlu Ditingkatkan

Miko menyaranka Pemerintah menyiapkan modul untuk belajar dari rumah, jika pembelajaran daring terjadi dalam kurun waktu lama.

“Tingkat Sekolah Dasar (SD) mungkin menjadi susah, belajar langsung saja biasanya kurang dimengerti dan orang tua juga haru menjadi guru. Modulnya ini belum ada dan belum siap. Sehingga dilematis kualitas pendidikan akan turun. Harus ada dikembangkan modul-modul belajar di rumah,” imbuh Miko.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini