Hari Lingkungan Hidup, Undang-Undang Minerba Jadi Sorotan

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 05 Juni 2020 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 337 2225010 hari-lingkungan-hidup-undang-undang-minerba-jadi-sorotan-ZGyiUXyr0m.jpg ilustrasi (stutterstock)

JAKARTA - Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tahun pada 5 Juni untuk meningkatkan kesadaran global atas perlindungan alam. Koordiantor Nasional Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Merah Johansyah menyoroti pengesahan perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) oleh DPR RI.

Menurut Merah, sejumlah klausul dalam beleid itu mengancam keberlanjutan lingkungan hidup.

"UU Minerba ini merupakan kado paling buruk bagi hari lingkungan hidup di Indonesia. Kado yang tidak diinginkan. Karena muatan, klausul, pasal dalam batang tubuh Undang-Undang Minerba itu mengancam keberlanjutan lingkungan hidup," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (5/6/2020).

Hari lingkungan hidup sedunia kali ini juga tercoreng dengan adanya Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Merah menyinggung adanya penghapusan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), izin lingkungan, dan lain sebagainya.

 

Di sisi lain, Merah tak melihat tindakan dari pemerintah mengenai pasal-pasal bermasalah dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan UU Minerba. Ia meminta negara tak mengedepankan investasi dan mengabaikan keberlanjutan lingkungan hidup.

"Mana ada investasi yang bisa tumbuh di atas lingkungan hidup yang rusak. Jadi kami menyerukan agar pemerintah memprioritaskan lingkungan hidup, bukan investasi," tegas Merah.

Dalam momentum hari lingkungan sedunia 2020, Merah juga meminta agar pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja dihentikan serta mencabut UU Minerba hasil revisi.

(sal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini