Satpas SIM Buka saat New Normal, Kemenpan RB: Layanan Ini Dibutuhkan Masyarakat

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 04 Juni 2020 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 337 2224711 satpas-sim-buka-saat-new-normal-kemenpan-rb-layanan-ini-dibutuhkan-masyarakat-qVnG1cD3LX.jpg Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa meninjau pelayanan SIM (Foto : Okezone.com/Puteranegara)

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyambut baik dibukanya Satpas SIM Polda Metro Jaya di Daan Mogot, Jakarta Barat, menyusul diterapkannya kehidupan normal yang baru atau New Normal.

Deputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB Diah Natalisa mengungkapkan bahwa, administrasi SIM adalah salah satu pelayanan yang dibutuhkan oleh warga. Apalagi, saat pandemi operasionalnya sempat tersendat.

"Kami lihat layanan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Bisa dibilang ini layanan dasar publik," kata Diah saat meninjau Satpas Daan Mogot bersama Kakorlantas Irjen Istiono, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Diah memandang wajar apabila setelah diputuskan pelayanan administrasi berkendara ini dibuka terjadi lonjakan masyarakat. Pasalnya, hal itu lantaran ketika pandemi, pelayanan SIM sebagian ditutup atau dibatasi.

Terkait peninjauan, Diah memastikan bahwa, Satpas SIM di Daan Mogot, sudah sangat baik. Mengingat, protokol kesehatan telah diterapkan di lokasi perpanjangan dan pembuatan SIM itu.

"Kami lihat protokol Covid-19 suah diterapkan untuk menyambut New Normal. Terima kasih pimpinan Polri yang sudah terapkan protokol kesehatan untuk melindungi pelayanan publik," ujar Diah.

"Dari awal, pakai masker, jaga jarak. Kalau ada warga yang tak memakai masker, tidak akan dilayani," imbuhnya.

Menurut Dia, perpanjangan SIM memang tidak terlalu banyak prosesur dan mekanismenya. "Perpanjangan SIM tak terlalu banyak prosedurnya tapi karena banyak antrean sebabkan playanan jadi lebih panjang," ucap Diah.

Kesempatan yang sama, Kakorlantas Irjen Istiono, dalam tinjauannya Satpas SIM di Daan Mogot sudah menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan anjuran Pemerintah Indonesia untuk penanganan virus SARS-CoV-2.

"Aspek sarana dan prasarana sudah bagus kursi tertata bagus ,pakai jarak, termasuk unit pelayanannya sudah diubah semuanya. Ini standar pelayanan yang utamakan kesehatan menjadi penting itu yang utama," papar Istiono.

Baca Juga : Ketua KPK: Korupsi Muncul karena Adanya Kekuasaan & Kesempatan

Istiono menyampaikan kepada masyarakat bahwa apabila ada sedikit perubahan pelayanan adalah hal wajar lantaran terjadinya pandemi Covid-19. Misalnya, jam kerja dipersingkat atau terjadinya sedikit perlambatan.

"Kalau ada perlambatan ini karena kapasitas pelayanannya kami kurangi, yang biasanya normal mungkin sehari 1.000 hanya bisa dilayani 500 nah ini terjadi perlambatan," ucap Istiono.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini