Aspri Imam Nahrawi Dituntut 9 Tahun Penjara & Denda Rp300 Juta

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 04 Juni 2020 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 337 2224541 aspri-imam-nahrawi-dituntut-9-tahun-penjara-denda-rp300-juta-u5TRi0Xlvl.jpg Jaksa menuntut aspri Imam Nahrawi 9 tahun penjara dan denda Rp300 juta (Foto : Okezone.com/Arie DS)

JAKARTA - Asisten Pribadi (Aspri) mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum dituntut 9 tahun penjara oleh Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ulum juga dituntut untuk membayar denda ssbesar Rp300 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Jaksa meyakini Ulum terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan beberapa tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Imam Nahrawi dan berlanjut sebagaimana dakwaan kesatu alternatif pertama serta dakwaan kedua.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 9 tahun serta pidana denda sejumlah Rp300 juta subsidair 6 bulan kurungan," kata Jaksa Ronald Worotikan saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2020).

Dalam melayangkan tuntutan, tim Jaksa mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan maupun meringankan terhadap terdakwa. Adapun, hal-hal yang memberatkan yakni, terdakwa dianggap tidak kooperatif dan tidak berterus terang atas perbuatan yang dilakukannya.

Kemudian, perbuatan terdakwa juga dinilai telah menghambat perkembangan prestasi atlet Indonesia yang seharusnya dapat mengangkat harkat dan martabat Indonesia. Ulum juga disebut berperan sangat aktif dalam melakukan tindak pidana korupsi.

"Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, terdakwa memiliki tanggungan keluarga," imbuhnya.

Sebelumnya, Ulum didakwa menerima suap sebesar Rp11,5 miliar bersama Imam untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah KONI. Setidaknya, terdapat dua proposal kegiatan KONI yang menjadi sumber suap Ulum.

Pertama, terkait proposal bantuan dana hibah Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Games 2018.

Kedua, proposal terkait dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun Kegiatan 2018.

Baca Juga : Ferdian Paleka Bebas, Sudah Berdamai dengan Korban pada 19 Mei

Selain itu, Ulum juga didakwa menerima gratifikasi bersama Imam Nahrawi berupa uang sebesar Rp8,6 miliar. Uang itu diterima Ulum saat Imam menjabat sebagai Menpora dalam rentang waktu 2014 hingga 2019.

Atas perbuatannya, Ulum dituntut melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Ulum juga dituntut melanggar Pasal 12B ayat (1) Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini