BMKG: Gempa di Pulau Saringi NTB Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 04 Juni 2020 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 337 2224178 bmkg-gempa-di-pulau-saringi-ntb-akibat-aktivitas-lempeng-indo-australia-XrMe2Oofhs.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Magnitudo 6,0 yang terjadi di Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat pada Rabu (3/6/2020) malam akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.

"Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dalam akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun dan mendatar (oblique normal fault)," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya, Rabu (3/6/2020).

Rahmat menekankan, gempa yang dirasakan hingga Denpasar, Kuta, Mataram dan Lombok Barat ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG pun belum menunjukkan adanya gempa susulan.

"Hingga hari Rabu, 03 Juni 2020 pukul 23.25 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," ujarnya.

 Baca juga: Gempa M 6,0 Guncang Pulau Saringi NTB 

BMKG pun, lanjut dia, mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya alias hoaks.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini