Ini Kata MUI Soal Sikap Pemerintah yang Tak Berangkatkan Jamaah Haji

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 04 Juni 2020 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 337 2224170 ini-kata-mui-soal-sikap-pemerintah-yang-tak-berangkatkan-jamaah-haji-EnGIKanMBP.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Sekertaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas memandang tak ada permasalahan dengan keputusan pemerintah yang tak memberangkatkan jamaah Haji 1441 H/2020 M.

“Saya rasa tidak ada masalah dengan sikap yang telah dikeluarkan oleh menteri agama yang meniadakan pelaksanaan ibadah haji untuk tahun ini,” ujar Anwar kepada Okezone di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Menurut Anwar, keputusan pemerintah tak memberangkatkan jamaah lantaran khawatir akan terhadap resiko lantaran pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Jika ibadah haji dilaksanakan tahun ini jelas sangat-sangat besar karena Kota Makkah, seperti kita ketahui adalah juga merupakan salah satu episentrum penyebaran covid-19,” jelasnya.

“Dan seperti kita ketahui dalam salah satu hadis Nabi dikatakan, kita dilarang masuk ke daerah yang sedang dilanda wabah. Dan negeri kita juga sedang dilanda wabah dan menurut hadis nabi tersebut kalau kita tinggal di daerah yang sedang dilanda wabah maka kita juga tidak boleh keluar darinya,” imbuhnya.

Maka dari itulah, Anwar memandang keputusan pemerintah sudah memiliki dasar-dasar syariah yang kuat. Apalagi, jika dipaksakan untuk menunaikan ibadah haji kemungkinan jamaah yang akan berangkat tersebut akan tertular oleh virus corona dan itu tentu jelas-jelas sangat tidak diinginkan.

“Apalagi kalau masalah ini dilihat dari perspektif negara, tugas negara adalah melindungi rakyatnya. Oleh karena itu kalau dalam pertimbangan dan perhitungan pemerintah mereka tidak akan mampu melindungi diri dan jiwa dari rakyatnya yang akan melaksanakan ibadah haji. Maka ya seharusnyalah pemerintah tidak mengirim tahun ini jamaah untuk melaksanakan ibadah haji agar tidak terjadi korban dari covid-19 di kalangan para jamaah haji kita,” tandasnya.

Pemerintah sebelumnya mengumumkan pembatalan haji melalui Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi pada Selasa 2 Juni 2020.

Keputusan diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek termasuk waktu yang tidak memungkinkan melakukan persiapan keberangkatan hingga pemulangan jamaah yang akan memerlukan waktu lebih lama, bila mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini