Eks Dirut Jiwasraya Didakwa Rugikan Negara Rp16,8 Triliun

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 17:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 337 2224044 eks-dirut-jiwasraya-didakwa-rugikan-negara-rp16-8-triliun-WWg08m9BA8.jpg

JAKARTA - Jaksa pada Kejaksaan Agung (Kejagung) mendakwa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hendrisman Rahim telah merugikan negara sekira Rp16,8 triliun. Hendrisma didakwa merugikan negara sebesar Rp16,8 triliun karena diduga salah dalam mengelola dana dan investasi.

Perbuatan yang menyebabkan kerugian negara itu, dilakukan Hendrisman bersama-sama dengan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat; Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto; Direktur PT Hanson Internasional, Benny Tjokrosaputro; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan bekas Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan.

"Merugikan keuangan negara yaitu sebesar Rp16.807.283.375.000,00 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut," kata Jaksa penuntut umum saat membacakan surat dakwaan untuk terdakwa Hendrisman di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2020).

Jaksa menyebut Hendrisman Rahim bersama dengan dua petinggi PT Asuransi Jiwasraya melakukan kesepakatan. Kesepakatan itu dilakukan Hendrisman dengan Benny Tjokro berkaitan transaksi penempatan saham dan reksa dana perusahaan asuransi tersebut. Kesepakatan itu dianggap dilakukan dengan tidak transparan dan akuntabel.

Hendrisman Rahim, Hary dan Syahmirwan juga didakwa melakukan pengelolaan investasi tanpa analisis yang objektif, profesional, dan tidak sesuai nota interen kantor pusat. Jaksa menyebut analisis hanya dibuat untuk formalitas.

Hendrisman, Hary dan Syahwirman juga disebut membeli sejumlah saham perusahaan BJBR, PPRO dan SMBR tanpa mengikuti pedoman investasi yang berlaku. Ketiganya disebut membeli saham melebihi 2,5 persen dari saham perusahaan yang beredar.

Sehingga, hal tersebut pada akhirnya tidak memberikan keuntungan investasi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan likuiditas guna menunjang kegiatan operasional.

Jaksa mengatakan Hendrisman bersama-sama Hary Prasetyo, Syahmirwan, Heru Hidayat dan Benny melalui Joko Hartono mengatur dan mengendalikan 13 Manajer Investasi dengan membentuk produk Reksa Dana khusus untuk PT Asuransi Jiwasraya.

"Agar pengelolaan instrumen keuangan yang menjadi underlying Reksa Dana PT.AJS dapat dikendalikan oleh Joko Hartono Tirto," ujar Jaksa.

Jaksa juga menyebut Heru, Benny dan Joko turut memberikan uang, saham dan fasilitas lain kepada tiga petinggi Jiwasraya. Pemberian dilakukan terkait pengelolaan investasi saham dan reksadana di perusahaan tersebut selama 2008-2018.

Atas perbuatannya, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 11 Ayat 2 UU Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, Pasal 11 Ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Asuransi. Pasal 8 Ayat huruf b dan c, Pasal 11, Pasal 13 Ayat 1, Pasal 14 Ayat 1, Pasal 15 Ayat 1, dan Pasal 20 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 73 1992 tentang Usaha Asuransi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini