KPK Sita Uang, Dokumen hingga 3 Kendaraan saat Tangkap Nurhadi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 15:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 337 2223943 kpk-sita-uang-dokumen-hingga-3-kendaraan-saat-tangkap-nurhadi-CdJrb8cNX0.jpg Nurhadi ditangkap KPK (Foto : Okezonecom)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata turut menyita sejumlah barang bukti saat mengamankan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Barang bukti yang disita yakni sejumlah uang, dokumen, hingga kendaraan.

"(Yang disita) uang, kendaraan, sejumlah dokumen dan bb (barang bukti) elektronik," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2020).

Ali tidak menjelaskan secara detail berapa jumlah uang yang disita. Ia hanya memastikan ada tiga kendaraan yang turut diamankan dari tempat persembunyian Nurhadi di daerah Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Itu yang dibawa dari rumah Simprug. Saat penangkapan turut pula dibawa tiga unit kendaraan, sejumlah uang dan dokumen serta barang bukti elektronik," ujarnya.

Nantinya, barang bukti yang disita tersebut akan dianalisa oleh tim penyidik untuk menjadi memperkuat sangkaan terhadap Nurhadi dan Rezky Herbiyono. "Proses berikutnya penyidik akan menganalisa keterkaitan barang-barang tersebut dengan para tersangka, untuk kemudian dilakukan langkah hukum berikutnya," pungkasnya.

Sekadar informasi, Nurhadi dan Rezky Herbiyono ditangkap oleh tim penyidik pimpinan Novel Baswedan, di salah satu rumah daerah Simprug, Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Senin, 1 Juni 2020, malam. Keduanya ditangkap setelah buron selama hampir empat bulan.

Selain itu, tim juga mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida. Tin Zuraida turut diamankan karena sempat mangkir alias tidak hadir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Tim juga turut menggeledah rumah yang diduga jadi tempat persembunyian Nurhadi dan mengamankan sejumlah barang bukti.

KPK sendiri telah menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Baca Juga : Kemenag: Kalau Biaya Haji Dikembalikan Otomatis Pemberangkatan Gugur

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini