Ajak Mendikbud Nadiem Makarim Duduk Bareng, Ini 12 Permintaan Mahasiswa

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 337 2223824 ajak-mendikbud-nadiem-makarim-duduk-bareng-ini-12-permintaan-mahasiswa-z2rovVhtc6.PNG (Foto: Twitter @aliensibem_si)

JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia (BEM SI) mengajak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim duduk bareng membahas isu pendidikan terkini. Ajakan itu muncul dalam akun Twitter @aliansibem_si pada Selasa 2 Juni 2020.

Berdasarkan pantauan, tagar #MendikbudDicariMahasiswa itu menjadi topik perbincangan warganet hingga jadi trending topic.

Dalam surat yang dilayangkan kepada Nadiem dan ditandatangani Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Remy Hastian, terdapat 12 permintaan mahasiswa. Di antaranya adalah meminta seluruh perguruan tinggi untuk melakukan pembebasan atau relaksasi uang kuliah tunggal (UKT) di semester selanjutnya sebagai dampak dari Covid-19.

"Berlakukan secara tegas imbauan setiap perguruan tinggi untuk memberikan bantuan kuota internet, logistik dan kesehatan bagi seluruh mahasiswa ditengah pandemi Covid-19. Berikan sanksi terhadap perguruan tinggi yang tidak merealisasikannya," tulisnya.

Selanjutnya, menolak sektor Pendidikan dimasukkan ke dalam pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja dan mendesak pemerintah untuk mencabutnya. Hapuskan pokok-pokok kebijakan Kampus Merdeka yang hanya menjadikan pendidikan tinggi pro terhadap industri dan pasar kerja.

Nadiem Makarim.

"Mendesak pemerintah untuk menghentikan praktik liberalisasi, privatisasi dan komersialisasi pendidikan tinggi. Mendesak pemerintah untuk merevisi Perpu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Membatalkan Penggunaan Dana Abadi Pendidikan," tulis BEM SI.

Selain itu, BEM SI juga mendesak Pemerintah melaksanakan amar putusan Mahkamah Agung Nomor 2596K/Pdt/2008, yakni melarang pelaksanaan dan segera memenuhi beberapa prasyarat yakni hak atas kesehatan psikologis dan mental peserta didik, serta kelengkapan sarana prasarana sekolah harus segera dioptimalkan.

Baca juga: Tagar #MendikbudDicariMahasiswa Viral, DPR Siap Pertemukan BEM SI dengan Nadiem Makarim

"Mendesak Pemerintah segera membuat blue print pendidikan nasional Indonesia sehingga ada kejelasan tujuan, filosofi, arah dan standar pendidikan nasional. Mendesak pemerintah terkait pengoptimalan sistem zonasi dengan pemerataan sekolah, guru dan siswa di setiap daerah agar tercapai pendidikan untuk semua rakyat dan membuat akses yang mudah kepada masyarakat terkait proses PPDB di kondisi pandemi Covid-19," katanya.

Kemudian, mendesak Pemerintah untuk segera keluarkan perpres terkait gaji dan tunjangan bagi guru honorer K2 yang lolos PPPK, serta membuat peraturan khusus terkait adanya keluwesan syarat sertifikasi PPG untuk guru honorer dan pengangkatan guru honorer pada seleksi PPPK dan CPNS.

Aliansi BEM SI berharap Pemerintah senantiasa mendorong sekolah untuk memanfaatkan realokasi Dana BOS untuk pengoptimalan pembelajaran jarak jauh, seperti pengadaan subsidi pulsa/kuota dan mendorong sekolah memberikan pemahaman kepada tenaga pengajar soal pentingnya sistem pembelajaran jarak jauh.

"Terakhir, mendesak pemerintah membuat kurikulum darurat Covid-19 terkait dengan dimulainya ajaran baru hingga perubahan standar nasional pendidikan," tulis BEM SI.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini