Tagar #MendikbudDicariMahasiswa Viral, DPR Siap Pertemukan BEM SI dengan Nadiem Makarim

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 337 2223803 tagar-mendikbuddicarimahasiswa-viral-dpr-siap-pertemukan-bem-si-dengan-nadiem-makarim-kQ8bzoTiEc.jpg Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Tagar #MendikbudDicariMahasiswa sempat ramai di Twitter, Selasa 2 Juni 2020. Tagar tersebut digaungkan akun @aliansibem_si yang menuntut agar uang kuliah tunggal (UKT) digratiskan atau diturunkan lantaran virus corona.

Buntut ramainya tagar tersebut, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan siap untuk memfasilitasi mahasiswa berkomunikasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

“Kami menilai ramainya tagar #MendikbudDicariMahasiswa sebagai bentuk kebuntuan komunikasi antara para mahasiswa dengan jajaran Kemendikbud. Jika diperlukan kami siap mencairkan kebuntuan komunikasi tersebut dengan mengundang Mendikbud maupun perwakilan Aliansi BEM untuk bicara bersama,” kata Huda kepada wartawan, Rabu (3/5/2020).

Huda menjelaskan, persoalan tuntutan mahasiswa terkait UKT selama pandemi Covid-19 merupakan sesuatu yang harus didengar. Kesulitan mahasiswa dalam membayar biaya kuliah selama wabah Covid-19 akibat penurunan pendapatan para orang tua mahasiswa merupakan kesulitan nyata.

“UKT merupakan model pembayaran kuliah yang berbasis penghasilan orang tua, jika banyak orang tua yang mengalami penurunan pendapatan selama wabah Covid-19, maka sudah sewajarnya ada kebijakan relaksasi besara UKT yang harus dibayarkan oleh mahasiswa,” tuturnya.

Huda mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatnya dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia, perwakilan mahasiswa sudah mengirimkan permohonan audiensi kepada Kemendikbud sejak 29 April 2020.

Baca juga: Di Tengah Wacana Masuk Sekolah Juli, Kemendikbud Terbitkan Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah

Mereka ingin menyampaikan aspirasi terkait relaksasi biaya kuliah selama masa pandemi, permohonan bantuan internet untuk mendukung perkuliahan online, hingga bantuan logistik bagi para mahasiwa yang tidak bisa pulang kampung.

Nadiem Makarim.

Selain itu para mahasiwa juga ingin menyampaikan aspirasi terkait isu kesejahteraan guru honorer dan pembelajaran jarak jauh di Indonesia yang masih belum siap.

“Namun ternyata sampai kemarin permohonan audiensi itu tidak mendapat tanggapan, sehingga muncullah tagar #MendikbudDicariMahasiswa yang sempat menjadi trending di media sosial,” jelasnya.

Huda menambahkan, Pemerintah telah menyiapkan skema bantuan sosial untuk mahasiswa melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Bahkan Kemendikbud juga telah menyiapkan skema relaksasi UKT seperti penundaan pembayaran, penurunan besaran UKT, hingga pembayaran UKT secara bertahap.

“Artinya skema bantuan sudah, hanya saja kurang terkomunikasikan dengan baik. Maka kami berharap jajaran Kemendikbud menyiapkan waktu untuk beraudiensi dengan mahasiswa. Kami siap memfasilitasi pertemuan perwakilan mahasiswa dan Kemendikbud baik secara online maupun tatap muka,” ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini