Ini Klarifikasi BPKH soal Dana Haji 600 Juta Dolar AS untuk Perkuat Nilai Rupiah

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 03 Juni 2020 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 337 2223743 ini-klarifikasi-bpkh-soal-dana-haji-600-juta-dolar-as-untuk-perkuat-nilai-rupiah-tDW2lug1JP.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) RI memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji tahun ini dengan alasan keselamatan kesehatan jamaah selama pandemi virus corona (Covid-19).

Sementara itu, terkait pernyataan mengenai jika haji 2020 ditiadakan, dana 600 juta dolar AS BPKH dapat dipakai untuk memperkuat rupiah pernah terlontarkan saat acara internal Halal Bihalal Bank Indonesia pada tanggal 26 Mei 2020.

Pernyataan tersebut adalah bagian dari ucapan silaturahmi secara online kepala Badan Pelaksana (BP) Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kepada Gubernur dan jajaran Deputi Gubernur BI.

“Saat itu, Kepala BP-BPKH memberikan update mengenai dana haji, diantaranya dana kelolaan, investasi dan dana valuta asing serta kerjasama BI dan BPKH mengenai kantor di Bidakara, pengelolaan valuta asing dan rencana cashless living cost haji dan umrah,” tulis keterangan BPKH yang diterima redaksi, Rabu (3/6/2020).

Pernyataan yang dimuat kembali oleh salah satu media online tersebut, telah dimuat dan memberikan kesan ada kaitannya dengan pemberitaan mengenai pembatalan haji 2020 oleh Menteri Agama pada tanggal 2 Juni 2020.

Pada tanggal 2 Juni 2020, Kepala BP-BPKH sama sekali tidak memberikan pernyataan terkait dengan Pembatalan Haji 2020, apalagi menyangkut kaitannya dana 600 juta dolar tersebut.

Dana tersebut memang tersimpan di rekening BPKH dan jika tidak dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji akan dikonversi kedalam mata uang rupiah dan dikelola oleh BPKH. Dana konversi rupiah itu sendiri nantinya tetap akan tersedia dalam rekening BPKH yang aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji.

Kepala BP-BPKH menyatakan bahwa seluruh dana kelolaan jamaah haji senilai lebih dari Rp135 triliun per Mei 2020 dalam bentuk rupiah dan valuta asing dikelola secara profesional pada instrumen syariah yang aman dan likuid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini