Polri Persilakan Ruslan Buton Ajukan Praperadilan Status Tersangka

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 09:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 337 2223684 polri-persilakan-ruslan-buton-ajukan-praperadilan-status-tersangka-ktZCnUIRmv.PNG Ruslan Buton. (Foto: iNews TV)

JAKARTA - Polri mempersilakan Ruslan Buton mengajukan praperadilan atas status tersangkanya, terkait kasus surat terbuka yang meminta Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Silakan, karena hak tersangka yang diatur dalam KUHAP," kata Kadiv Humas Polri Argo Yuwono saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Menurut Argo, pihaknya akan menyampaikan secara detail soal proses penyidikan yang berujung pada penetapan tersangka Ruslan Buton di muka persidangan, untuk menjadi dasar pertimbangan keputusan Majelis Hakim.

"Dan nanti diuji di sidang praperadilan tentang proses penyidikannya," ujar Argo.

Dalam kasus ini, salah satu kuasa hukum Ruslan Buton, Tonin Tachta Singarimbun mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendaftarkan gugatan praperadilan penetapan tersangka untuk kliennya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca juga: IPW Sebut Penangkapan Ruslan Buton Tak Punya Dasar Hukum yang Jelas

"Nomor 62 praperadilan Ruslan Buton terdaftar," kata Tonin kepada Okezone terpisah.

Ruslan Buton resmi ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri terkait dengan kasus surat terbuka yang meminta Jokowi untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden.

Ruslan Buton.

Atas perbuatannya, Ruslan Buton dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 6 tahun dan atau Pasal 207 KUHP, dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun.

Sebelumnya, Ruslan Buton diamankan oleh tim gabungan TNI-Polri di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba, Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Kamis, 28 Mei 2020, sekira pukul 10.30 waktu setempat. Ruslan diamankan berikut barang bukti berupa satu buah handphone dan KTP.

Ruslan membuat pernyataan terbuka kepada Presiden Jokowi dalam bentuk video dan viral di media sosial pada 18 Mei 2020. Dalam video tersebut, Ruslan menilai tata kelola berbangsa dan bernegara di tengah pandemi corona ini sulit diterima oleh akal sehat.

Selain itu, Ruslan juga mengkritisi kepemimpinan Jokowi. Menurut Ruslan, solusi terbaik untuk menyelamatkan bangsa Indonesia adalah Jokowi rela untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden.

(qlh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini