KPK Siap Dalami Pencucian Uang Nurhadi dan Menantunya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 08:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 337 2223654 kpk-siap-dalami-pencucian-uang-nurhadi-dan-menantunya-C8kI5ewu0T.jpg Nurhadi (Okezone.com/Heru)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap mendalami dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

Nurhadi dan Rezky yang merupakan tersangka kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA berpeluang dijerat dengan pasal TPPU sepanjang ditemukan bukti permulaan yang cukup pada proses penyidikan.

 Baca juga: Istri Nurhadi Ikut Diciduk Tim KPK yang Dipimpin Novel Baswedan

"Itu sangat terbuka untuk dikembangkan ke TPPU. Kalau ternyata dugaan hasil tindak pidana korupsinya kemudian dilakukan proses penyamaran, penyembunyian, atau apapun caranya yang dilakukan untuk menyamarkan asal-usul hartanya yang berasal dari tindak pidana korupsi kemudian diproses supaya tidak kelihatan, maka itu bagian dari tindak pidana pencucian uang yang akan kami terus dalami berdasarkan hasil tangkapan terhadap DPO tersebut," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, Selasa (3/6/2020), sore.

Ghufron memastikan pihaknya sangat membuka peluang untuk menjerat Nurhadi dan menantunya dengan pasal TPPU. Namun, KPK harus lebih dulu mengumpulkan bukti-bukti lewat pemeriksaan para tersangka dan saksi untuk nantinya dikembangkan.

"Artinya sangat terbuka, keterbukaannya itu melihat bagimana hasil-hasil pemeriskaan dan alat bukti yang kami kumpulkan," ujarnya.

KPK sendiri sempat menyegel sejumlah kendaraan mewah yang diduga milik Nurhadi saat menggeledah sebuah villa di kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Namun, KPK belum melakukan penyitaan terhadap sejumlah kendaraan mewah yang diduga milik Nurhadi tersebut.

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA, KPK sudah menetapkan tiga tersangka; Nurhadi, Rezky dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto. Tapi, nama terakhir masih buron.

Nurhadi dan Rezky juga sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), tapi berhasil diringkus KPK di sebuah rumah mewah kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin 1 Juni malam.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini