DPR Minta Kasus Intimidasi Panitia Diskusi UGM Dituntaskan

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 337 2223500 dpr-minta-kasus-intimidasi-panitia-diskusi-ugm-dituntaskan-Qtx40amu4L.jpg Ketua Komisi III Herman Hery (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry, meminta Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen Pol Asep Suhendar mengusut tuntas kasus dugaan intimidasi dan pengancaman terhadap panitia kegiatan diskusi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Herman mengatakan, pengusutan tersebur perlu dilakukan untuk memperlihatkan bahwa kebebasan berpendapat dan berdiskusi adalah hak yang dijamin oleh undang-Undang di Indonesia.

"Saya mengecam bila memang terjadi tindak intimidasi dan pengancaman terhadap panitia dan narasumber diskusi di UGM seperti yang beberapa hari terakhir ramai dibicarakan publik dan di media sosial. Saya minta Kapolda DIY dan jajarannya untuk segera mengusut kasus ini untuk melacak pelaku teror terhadap mahasiswa dan narasumber pada acara tersebut," kata Herman, dalam keterangan resminya kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Herman juga meminta pihak kepolisian untuk memastikan keselamatan para pihak yang diteror untuk memberikan rasa aman.

"Saya harap kepolisian serius melakukan penyelidikan dan penindakan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di era demokrasi seperti sekarang," jelasnya.

Terkait anggapan diskusi tersebut mengarah pada isu makar, Herman menilai tak demikian. Menurutnya diskusi tersebut normal dan tidak mengarah pada perbuatan makar. "Saya pribadi melihat isu yang dibahas dalam webinar tersebut tidak mengarah pada isu makar," bebernya

"Di sisi lain, kita semua harus ingat bahwa kebebasan berpendapat dan berdiskusi merupakan hak yang dijamin oleh Undang-Undang selama memang tidak melanggar ketertiban sosial. Apalagi, diskusi oleh mahasiswa UGM ini digelar dalam forum akademis," tambahnya.

Lebih jauh Herman menambahkan, penyelidikan oleh kepolisian akan membantu menyelesaikan perdebatan di masyarakat. Karena itu Herman juga meminta agar publik menahan diri dan tidak terpengaruh berbagai kesimpangsiuran terkait kasus ini.

Baca Juga : Polda DIY Terus Berantas Klitih di Tengah Pandemi Covid-19

"Saya berharap masyarakat tidak berspekulasi berlebihan dan menunggu hingga didapat kejelasan mengenai dugaan ancaman dan intimidasi itu. Tahan diri sampai didapat kejelasan mengenai pelaku dan motifnya," jelasnya.

"Kepada panitia maupun narasumber yang mendapat ancaman dan intimidasi, saya harapkan juga bersedia bekerjasama dan memberikan informasi menyeluruh kepada aparat kepolisian hingga kasus ini bisa diselesaikan dengan tuntas," tutup Herman.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini