Baru Ditempati 3 Bulan, Rumah Mewah Persembunyian Nurhadi Ditaksir Senilai Rp30 Miliar

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 16:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 02 337 2223389 baru-ditempat-3-bulan-rumah-mewah-persembunyian-nurhadi-ditaksir-senilai-rp30-miliar-XeETvW0CWd.jpg Foto: Okezone/ Fahreza Rizky

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi setelah sempat buron berbulan-bulan.

Nurhadi ditangkap di tempat persembunyiannya di Jalan Simprug Golf, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin 1 Juni 2020 malam.

Rumah tempat persembunyian Nurhadi dikenal sebagai kawasan elit di Jakarta Selatan. Harga rumah disana pun tergolong fantastis.

ist

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, Selasa (2/6/2020), tempat persembunyian Nurhadi berupa rumah megah tiga lantai dengan dominasi warna coklat.

Tak ada aktivitas sama sekali di lokasi. Di lantai dua bangunan itu tampak ada sangkar burung yang ditutupi kain pelindung. Segel KPK pun tak nampak di rumah megah tersebut.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan Nurhadi dan keluarganya baru menempati rumah tersebut beberapa bulan lalu. Ia menyebut harga rumah tiga lantai itu senilai Rp30 miliar.

"Baru sekitar tiga bulanan tinggal di sini. Kalau dulu sih masih ada plangnya rumah ini dijual. Lalu sekarang udah nggak ada pas ditempatin dia. Harganya kalau tak salah sekitar Rp30 miliar," ucapnya kepada Okezone.

Nurhadi disebut tak pernah berinteraksi dengan tetangga di sekitarnya. Bahkan, warga tidak mengetahui ketika Nurhadi menempati rumah tersebut. "Kagak pernah interaksi sama kita," imbuhnya.

Ia mengatakan penyidik KPK mendatangi rumah Nurhadi pada Senin 1 Juni 2020 malam. Kemudian pada pagi tadi, barulah Nurhadi dkk digelandang ke gedung lembaga antirasuah.

"Ramainya tadi malam, lalu pagi tadi baru semuanya dibawa," demikian kesaksian tetangga Nurhadi.

Sebagaimana diketahui, penyidik KPK mencokok Nurhadi setelah beberapa bulan buron. Tim tindak lembaga antirasuah juga menciduk istri Nurhadi, yakni Tin Zuraida dan menantunya, Rezky Herbiyono.

Nurhadi dan Rezky Herbiyono merupakan tersangka suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA.

Dalam kasus ini, KPK juga sudah menetapkan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto sebagai tersangka. Tapi, Hiendra masih buron.

Nurhadi dan Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

(fmi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini