Sempat Ngumpet di Kamar, Begini Kronologi KPK Tangkap Nurhadi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 337 2223338 sempat-ngumpet-di-kamar-begini-kronologi-kpk-tangkap-nurhadi-BwLIvmyNWx.jpg Nurhadi (Okezone.com/Heru)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (NHD) dan menantunya Rezky Herbiyono (RH) di sebuah rumah Kompleks Simprug Golf, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, Nurhadi dan Rezky Herbiyono yang merupakan tersangka suap penanganan perkara di MA, sempat berupaya bersembunyi di kamar dan mengunci dari dalam saat hendak ditangkap tim penyidik yang dipimpin Novel Baswedan, Senin 1 Juni malam.

 Baca juga: Sepak Terjang Nurhadi Cs, Mulai dari Praperadilan hingga Ditangkap di Jaksel

"Di salah satu kamar ditemukan tersangka NHD dan dikamar lainnya ditemukan tersangka RH dan langsung dilakukan penangkapan terhadap keduanya," kata Nurul Ghufron dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020).

 ilustrasi

Penangkapan terhadap Nurhadi berawal dari adanya laporan masyarakat. Kemudian, tim KPK bergerak dari Gedung KPK ke tempat persembunyian Nurhadi dan Rezky di Simprug.

"Selanjutnya, dengan dilengkapi surat perintah penangkapan dan penggeladahan pada sekitar pukul 21.30 WIB, penyidik KPK mendatangi rumah tersebut untuk melakukan penggeledahan," imbuhnya.

Dijelaskan Ghufron, awalnya tim penyidik bersikap persuasif dengan mengetuk pagar rumah tempat persembunyian Nurhadi tersebut. Namun, tidak ada respon dari dalam rumah. Hingga akhirnya, tim berkoordinasi dengan RW dan RT setempat untuk melakukan upaya buka paksa pintu rumah itu.

 

"Kemudian penyidik KPK dengan didampingi ketua RW setempat dan pengurus RT setempat melakukan upaya paksa dengan membongkar kunci pintu gerbang dan pintu rumah tersebut," katanya.

 Baca juga: Istri Nurhadi Ikut Diciduk Tim KPK yang Dipimpin Novel Baswedan

Tim pun berhasil masuk ke dalam rumah tempat persembunyian Nurhadi dan Rezky. Tim menemukan Nurhadi dan Rezky dalam kamar yang berbeda. Keduanya langsung ditangkap dan dibawa oleh tim ke Gedung Merah Putih KPK.

"Selanjutnya terhadap kedua tersangka tersebut dibawa ke kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi kepentingan penyidikan," katanya.

Setelah diperiksa intensif, KPK langsung menahan Nurhadi dan Rezky untuk masa penahanan pertamanya selama 20 hari kedepan. Keduanya ditahan di Rutan Kavling C1, Gedung KPK Lama, Jalan HR Rasuna Said.

Selain Nurhadi, tim juga mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida. Tin Zuraida turut diamankan karena sempat mangkir alias tidak hadir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Tim juga turut menggeledah rumah yang diduga jadi tempat persembunyian Nurhadi dan mengamankan sejumlah barang bukti.

KPK telah menetapkan Nurhadi, Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto sebagai tersangka suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA. Kecuali Nurhadi dan Rezky, Heindra masih buron.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini