Ini Rumah Mewah Tempat Persembunyian Buronan KPK Nurhadi

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 337 2223333 ini-rumah-mewah-tempat-persembunyian-buronan-kpk-nurhadi-SwP9FOychU.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Tempat persembunyian mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi di Jalan Simprug Golf 17, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan terkuak setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan.

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, Selasa (2/6/2020), rumah tempat persembunyian buronan KPK itu nampak sepi. Tidak terlihat ada aktivitas apapun di halaman bagian depannya.

Tempat persembunyian Nurhadi berupa rumah tiga lantai dengan dominasi warna coklat. Di lantai dua rumah nampak ada sangkar burung yang tertutup kain pelindung.

ist

Seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya, mengatakan, Nurhadi dan beberapa orang lainnya telah dicokok tim KPK pagi tadi.

Menurut warga, anggota komisi antirasuah telah berada di rumah Nurhadi sejak malam, namun baru pagi tadi para tersangka dibawa. "Iya, KPK udah dari malem, tapi baru tadi pagi dibawa," katanya.

Lokasi tempat persembunyian Nurhadi memang sepi. Pasalnya, ini merupakan kompleks perumahan elite.

Nurhadi dan keluarganya tak pernah berinteraksi dengan tetangga semenjak menempati rumah tersebut beberapa bulan lalu. "Kita gak pernah interaksi, baru nempatin sini beberapa bulan lalu," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, penyidik KPK yang dipimpin Novel Baswedan mencokok eks Sekretaris MA, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiono pada Senin 1 Juni 2020 malam. Sebelumnya, Nurhadi dkk telah dinyatakan sebagai buronan lembaga antirasuah.

ist

Penyidik ikut mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida. Dia turut diamankan karena sempat mangkir alias tidak hadir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Selain itu, tim juga turut menggeledah rumah yang diduga jadi tempat persembunyian Nurhadi dan menyita sejumlah barang bukti.

Nurhadi dan Rezky Herbiono merupakan tersangka suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA.

Dalam kasus ini, KPK juga sudah menetapkan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto sebagai tersangka. Tapi, Hiendra masih buron.

Nurhadi dan Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini