Nurhadi dan Menantunya Resmi Ditahan KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 15:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 02 337 2223319 nurhadi-dan-menantunya-resmi-ditahan-kpk-KYfpwUz9BQ.jpg Nurhadi (Okezone.com/Heru)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono setelah diperiksa intensif sejak pagi tadi, pasca-ditangkap di rumahnya kawasan Jakarta Selatan, Senin 1 Juni malam.

Nurhadi dan Rezky ditahan di Rutan Kavling C1, Gedung KPK lama, Jakarta hingga 21 Juni 2020 untuk kepentingan penyidikan.

"Penahanan Rutan dilakukan kepada dua orang tersangka tersebut selama 20 hari pertama terhitung sejak 2 Juni 2020," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020).

Nurhadi dan Rezky Herbiyono ditangkap oleh tim penyidik KPK dipimpin Novel Baswedan di sebuah rumah kawasan Simprug, Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin malam. Keduanya ditangkap setelah empat bulan buron.

 ilustrasi

Selain itu, tim juga mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida. Tin Zuraida turut diamankan karena sempat mangkir alias tidak hadir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Tim juga turut menggeledah rumah yang diduga jadi tempat persembunyian Nurhadi dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Baca juga: Istri Nurhadi Ikut Diciduk Tim KPK yang Dipimpin Novel Baswedan

KPK telah Nurhadi, Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto sebagai tersangka suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA. Kecuali Nurhadi dan Rezky, Heindra masih buron.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Baca juga: Sepak Terjang Nurhadi Cs, Mulai dari Praperadilan hingga Ditangkap di Jaksel

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

 

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

(sal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini