Jamaah yang Sudah Lunasi Biaya Haji 2020 Berangkat pada 2021

Pernita Hestin Untari, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 11:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 02 337 2223177 jamaah-yang-sudah-lunasi-biaya-haji-2020-berangkat-pada-2021-LMRSdJMhud.jpg Jamaah haji di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar (Okezone.com/Windy)

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) RI membatalkan pemberangkatan jamaah haji 1441 Hijiriah karena pandemi virus corona (Covid-19). Lalu, bagaimana dengan nasib jamaah yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau Bipih?

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, Bipih yang sudah dilunasi oleh jamaah haji 2020 akan disimpan dan dikelola oleh Badan Pengelola Keungan Haji (BPKH). Kemudian tahun depan, jamaah tersebut otomatis masuk dalam daftar pemberangkatan haji 2021.

"Yang telah melunasi haji tahun ini akan menjadi jamaah haji pada tahun 1442 Hijriah atau tahun depan," kata Fachrul Razi dalam konferensi pers online disiarkan langsung dari Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2020).

Baca juga: Haji 2020 Resmi Ditiadakan karena Corona

Menurut Fachrul, Bipih 2020 yang dikelola oleh BPKH nilai manfaatnya akan diberikan kembali kepada jamaah.

“Nilai manfaat dari setoran pelunasan itu juga akan diberikan oleh BPKH kepada jamaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji 1442 H,” jelasnya.

“Setoran pelunasan Bipih juga dapat diminta kembali oleh jemaah haji,” sambungnya.

Sementara itu paspor jamaah haji dan petugas haji akan dikembalikan menyusul batalnya pemberangkatan jamaah.

Sebelumnya Fachrul menegaskan pembatalan pemberangkatan jamaah haji berlaku untuk semua baik haji reguler, khusus, maupun yang haji undangan dari pemerintah Arab Saudi.

Menurutnya pembatalan pemberangkatan jamaah haji 2020 dilakukan karena mempertimbangkan keselamatan jamaah mengingat Covid-19 masih jadi pandemi berbagai negara. Selain itu, waktu persiapan pemberangkatan juga sudah sangat mepet.

Pembatalan ibadah haji bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya juga sudah pernah. Misalnya pada 1837 dan 1858, ibadah haji ditiadakan karena ada wabah penyakit. Pada 1942, haji juga ditiadakan karane wabah kolera. Tahun 1947 dibatalkan karena wabah meningitis.

Indonesia juga pernah menutup ibadah haji karena agresi Belanda pada 1947-1948.

(sal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini