Pernah Serang Rombongan Tito Karnavian, Satu Anggota KKB Ditangkap di Papua

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 11:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 02 337 2223173 pernah-serang-rombongan-tito-karnavian-satu-anggota-kkb-ditangkap-di-papua-ijanOcLDqr.jpg Sebelum jadi menteri dalam negeri, Tito Karnavian pernah menjabat Kapolri, Kapolda Papua, dan sejumlah posisi lainya di Polri. Foto: Arif/Okezone

JAKARTA - Polda Papua menangkap Oniara Wonda, salah satu buron atau DPO yang merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ia dibekuk di Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya. Dalam hal ini, tersangka diduga terlibat sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api milik personil Polri.

"Personil gabungan berhasil mengamankan salah satu DPO Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Pilia Puncak Jaya atas nama Oniara Wonda sesuai dengan laporan polisi nomor LP /28-K/XII/ 2011/Res Puncak Jaya dan Nomor DPO : DPO /07/V/2013/ Dit Reskrimum, tanggal 1 Mei 2013," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, kepada Okezone, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Kamal menjelaskan, penangkapan itu setelah petugas gabungan mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan berada di area Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya.

"Pukul 19.30 WIT, tim tiba di Kampung Igimbut, kemudian melakukan penyergapan dan penangkapan terhadap anggota KKB Oniara Wonda yang saat itu berada di rumah Yotinus Telenggen alias Vandem Telenggen," ujar Kamal.

Baca Juga: Tito Karnavian, dari Pemburu Teroris, Kapolri, Kini Jadi Mendagri 

Saat dilakukan penangkapan, kata Kamal, anggota KKB Oniara Wonda berusaha melarikan diri. Sehingga petugas terpaksa mengeluarkan tembakan ke arah kaki untuk melumpuhkan.

"Setelah itu target berhasil diamankan dan selanjutnya dibawa ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara," ucap Kamal.

Adapun beberapa rekam jejak kejahatan DPO itu adalah,

1. Perampasan SMR (Senjata Mesin Ringan) jenis Arsenal di Kabupaten Puncak Jaya Januari 2011 yang mengakibatkan 1 personil brimob Papua meninggal dunia;

2. Penembakan dan penyerangan serta Perampasan Senpi Organik Jenis Revolver milik Kapolsek Mulia AKP Dominggus Awes di Bandara Mulia Puncak Jaya November 2011;

3. Perampasan senpi organik Res LannyJaya Jenis AK47 yang dipegang oleh Brigpol Amaluddin Elwakan pada 2011 di Tiom Kabupaten Lannyjaya;

4. Penembakan dan penyerangan Polsek Pirime pada November 2012 yang mengakibatkan Anggota Polsek berjumlah 3 orang meninggal dunia;

5. Penembakan terhadap Mantan Kapolri Jendral (Purn) Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Papua, 28 November 2012 saat akan menuju ke TKP Polsek pirime;

6. Penyerangan dan penembakan serta pencurian senjata api Anggota Polri di Jl. Trans Indawa-Pirime tanggal 28 Juli 2014;

7. Penembakan terhadap Anggota TNI 756 di lapangan Terbang di Distrik Pirime Kab. Lannyjaya mengakibatkan 1 Personil TNI luka tembak pada tahun 2015;

8. Penembakan terhadap personil satgassus Papua (satgas gakkum saat ini) pada bulan Desember tahun 2017 di Puncak Popome saat melaksanakan giat pemetaan;

Baca Juga: Kronologi Penembakan KKB Papua yang Tewaskan Tenaga Medis Gugus Tugas Covid-19 

9. Penembakan terhadap aparat TNI/Polri (Satgas Ops Nemangkawi) saat akan dilakukan penegakan hukum di Markas Balingga Kabupaten Lany Jaya pada 3 November 2018.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 365 KUHP, dan 351 Ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 55 KUHPidana.

 

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini