PDIP: Pancasila Bertentangan dengan Kapitalisme-Liberalisme

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 337 2223036 pdip-pancasila-bertentangan-dengan-kapitalisme-liberalisme-0c58EtKOFC.jpg Hasto Kristiyanto (Okezone.com/Arif)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, Pancasila sebagai ideologi bertentangan dengan kapitalisme-liberalisme serta marxisme-leninisme.

Kedua ideologi tersebut mengandung benih imperialisme, sedangkan Pancasila bercita-cita membangun persaudaraan dunia. Hal itu diucapkan Hasto dalam peringatan hari lahir Pancasila yang pada 1 Juni.

"Pancasila sebagai ideologi dunia berbeda, dan bahkan bertentangan dengan kapitalisme-liberalisme; bertentangan juga dengan marxisme-leninisme. Keduanya mengandung benih-benih imperialisme kolonialisme, sementara Pancasila bercita-cita membangun persaudaraan dunia," kata Hasto melalui keterangan pers tertulisnya, Senin (1/6/2020).

Hasto juga mengatakan, Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, pada 1955 silam telah memberi inspirasi bagi kemerdekaan di lebih 28 negara.

"Berbagai bentuk radikalisme juga tidak sesuai dengan Pancasila. Sebab Indonesia adalah negara kebangsaan yang berdiri kokoh di atas semua paham individu atau golongan. Radikalisme di dasarkan oleh ideologi yang tidak sesuai dengan sila ketuhanan dan anti kemanusiaan," tutur Hasto.

 

Hasto menuturkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beserta keluarga besar partai mengucapkan selamat hari lahir Pancasila yang dirayakan setiap 1 Juni.

Hal ini sekaligus sebagai peringatan ketika Bung Karno mengucapkan pidato di hadapan sidang BPUPK guna menjawab pertanyaan Dr Radjiman Wedyodiningrat tentang filsafat yang sedalam-dalamnya, pandangan hidup Indonesia merdeka, dan jiwa bangsa.

"Pancasila pernah ditawarkan sebagai ideologi dunia oleh Bung Karno dalam Pidato di PBB pada tanggal 30 September 1960, To Build The World A New. Pembumian Pancasila untuk dunia adalah perjuangan menciptakan perdamaian dunia, di mana kemerdekaan adalah hak segala bangsa," ucap Hasto.

PDIP percaya bahwa dengan caranya, para pemuda Indonesia memahami api Pancasila yang membawa semangat pembebasan tersebut.

“Dalam tantangan kekinian, maka membumikan Pancasila difokuskan pada upaya mewujudkan keadilan sosial. Keadilan yang harus diperjuangkan secara progresif, dan penuh dengan nilai kemanusiaan yang menolak segala bentuk penindasan," jelas dia.

Optimisme PDI Perjuangan pada jalan Pancasila juga ditegaskan oleh Ketua Umum Partai, Megawati Soekarnoputri.

“Akhir-akhir ini saya sungguh bangga bahwa Indonesia diakui nomor satu di dunia dalam kerja gotong royong. Ini modal kita untuk percaya diri dan hadir sebagai bangsa yang berdaulat, berdikari dan bangga dengan kebudayaan kita sendiri,” ujar Megawati sebagaimana dikutip Hasto.

Bagi PDI Perjuangan, sejak 2010, Juni disebut sebagai bulan Bung Karno karena kelahiran Pancasila pada 1 Juni, 6 Juni 1901 Bung Karno lahir, dan pada 21 Juni 1970 Bung Karno wafat.

Digelar berbagai kegiatan untuk melanjutkan ide, gagasan, pemikiran, cita-cita, dan perjuangan Bung Karno, Proklamator, dan Bapak Bangsa Indonesia. Untuk 2020, karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, maka akan dilakukan secara daring, melalui teleconference, webinar, dan utilisasi seluruh sosial media.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini