PGRI: 85,5% Orangtua Khawatir Anaknya Terpapar Corona Jika Sekolah Dibuka Kembali

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 02 Juni 2020 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 337 2223026 pgri-85-5-orangtua-khawatir-anaknya-terpapar-corona-jika-sekolah-dibuka-kembali-Ea67EkmW4e.jpg

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan agar tidak terburu-buru dalam menerapkan new normal atau kenormalan baru di sektor pendidikan. Pasalnya, sekolah memerlukan perhatian khusus ketimbang sektor lainnya.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengapresiasi arahan Presiden Jokowi karena sejalan dengan hasil survei Departemen Litbangmas PB PGRI pekan lalu.

"Arahan Presiden Jokowi selaras dan sejalan dengan harapan para orang tua, peserta didik, dan guru," kata Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020).

Unifah menjelaskan, PB PGRI telah mengadakan survei dengan responden 61,913 orang tua, 19,296 guru, dan 64,386 peserta didik di 34 provinsi pada Kamis, 28 Mei 2020.

Melalui survei yang disebar melalui berbagai media sosial dan jaringan organisasi di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia itu didapatkan hasil 85,5% orang tua khawatir jika sekolah dibuka kembali.

"Hanya 14,5 persen orangtua yang tidak khawatir jika putra/putrinya kembali ke sekolah. Mayoritas orang tua nampaknya tetap menghendaki pembelajaran di sekolah dilanjutkan dengan pembelajaran daring dan sekolah tidak dibuka kembali hingga situasi memungkinkan," jelas Unifah.

Survei PGRI itu menyimpulkan yang menyatakan setuju Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilanjutkan sebanyak 72.2 %, sisanya 27.8 % menyatakan tidak setuju.

"Mereka juga menyatakan bahwa siswa mengikuti PJJ dengan baik sebanyak 68.5 persen, dan 31.5 persen menyatakan belum," imbuhnya.

Sedangkan kesiapan guru dalam normal baru sekolah adalah 53.5% menyatakan siap, dan sisanya 46.5% menyatakan belum siap.

Di sisi lain, kata Unifah, saat siswa ditanya perpanjangan PJJ hingga akhir pada Sesember 2020, yang menyatakan setuju sebanyak 42.6%, dan sisanya 57.4% menyatakan tidak setuju.

"Perlu evaluasi dan perbaikan pelaksanaan PJJ agar ke depan lebih baik dan siswa merasa nyaman," tambah Sekjen PB PGRI Ali Rahim.

PGRI berharap hasil survei ini dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan membuka sekolah membutuhkan kehati-hatian dan kecermatan.

PGRI memandang bahwa tahun akademik tetap dapat dilaksanakan bulan Juli 2020 dengan pelaksanaan pembelajaran secara daring, blended learning, atau luring dengan protokol kesehatan yang sangat ketat agar sekolah tidak menjadi cluster baru dalam penyebaran Covid-19.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini