Share

Mabes Polri Siap Usut Ancaman Pembunuhan kepada Mahasiswa UGM

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 31 Mei 2020 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 31 337 2222246 mabes-polri-siap-usut-ancaman-pembunuhan-kepada-mahasiswa-ugm-o2rL6fCx1Z.jpeg dok: gugus tugas covid-19

JAKARTA - Mabes Polri siap mengusut adanya kasus dugaan teror berupa aksi intimidasi dan ancaman pembunuhan terhadap mahasiswa UGM terkait diskusi Constitutional Law Society (CLS) bertajuk ‘Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’.

"Polri siap mengusut teror terhadap Mahasiswa UGM yang menjadi panitia diskusi apabila ada yang dirugikan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

(Baca juga: Mahfud MD Angkat Bicara Terkait Teror yang Dialami Mahasiswa UGM)

Meski hingga saat ini belum ada laporan, Argo menegaskan, Polri telah memulai langkah penyelidikan untuk mengungkap tindakan pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat oleh masyarakat yang dijamin undang-undang tersebut.

Sekadar diketahui, diskusi yang semula bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan', diganti 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan', lantaran adanya kecaman dari sejumlah pihak.

Dekan FH UGM Prof. Sigit Riyanto sebelumnya, mengatakan pihaknya mengapresiasi diskusi digelar kelompok diskusi ilmiah mahasiswa CLS pada 29 Mei 2020, sebagai wujud kebebasan akademik dan berpendapat.

“Mengecam sikap dan tindakan intimidatif terhadap rencana kegiatan diskusi yang berujung pada pembatalan kegiatan diskusi ilmiah tersebut. Hal ini merupakan ancaman nyata bagi mimbar kebebasan akademik, apalagi dengan menjustifikasi sepihak secara brutal bahkan sebelum diskusi tersebut dilaksanakan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya terpisah.

Sigit menjelaskan bahwa diskusi ilmiah itu murni kegiatan mahasiswa sesuai dengan minat dan konsentrasi keilmuannya di bidang hukum tata negara.

Mahasiswa sempat membuat poster diskusi yang tersebar dan beredar viral pada 28 Mei 2020 dengan judul ‘Persoalan Pemecatan Presiden di tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan. Viralnya poster itu diduga salah satunya dipicu oleh tulisan seseorang di sebuah media online yang menuding diskusi tersebut sebagai kegiatan makar.

Pihak CLS sudah memberikan klarifikasi dan memohon maaf. Pada saat itu, pendaftar acara diskusi ini telah mencapai lebih dari 250 orang.

Namun, pada 28 Mei 2020 malam, teror dan ancaman mulai berdatangan kepada nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan mulai dari pembicara, moderator, serta narahubung.

Terornya mulai dari pengiriman pemesanan ojek online ke kediaman, dikirim ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka. Teror dan ancaman ini berlanjut hingga tanggal 29 Mei 2020, dan bukan lagi hanya menyasar nama-nama tersebut, tetapi juga anggota keluarga yang bersangkutan, termasuk kiriman teks berikut kepada orangtua dua mahasiswa pelaksana kegiatan. Demi alasan keamanan, diskusi pada 29 Mei siang akhirnya dibatalkan oleh penyelenggara.

Sigit mengecam berita provokatif dan tidak berdasar terkait dengan kegiatan akademis tersebut yang kemudian tersebar di berbagai media dan memperkeruh situasi.

“Hal ini mengarah pada perbuatan pidana penyebaran berita bohong, serta pencemaran nama baik. Fakultas Hukum UGM perlu menyampaikan pentingnya kesadaran hukum kepada seluruh masayarakat untuk tidak melakukan tindakan kejahatan dan pelanggaran hukum, utamanya yang menyebabkan kerugian bagi pihak lain dan masyarakat umum,” ujarnya.

FH UGM turut berempati kepada keluarga mahasiswa yang mendapatkan tekanan psikologis akibat ancaman teror terlebih di situasi pandemi Covid-19.

“Fakultas Hukum UGM perlu untuk melindungi segenap civitas akademika, termasuk semua yang terlibat di dalam kegiatan tersebut, terlebih dengan terjadinya intimidasi, teror, dan ancaman yang ditujukan kepada pihak-pihak di dalam kegiatan tersebut, termasuk keluarga mereka,” ucapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini