Hasil Riset LSI: 158 Daerah Siap Terapkan New Normal

Achmad Fardiansyah , Okezone · Sabtu 30 Mei 2020 18:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 30 337 2222124 hasil-riset-lsi-158-daerah-siap-terapkan-new-normal-7VYkSROqsq.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Survei Indoensia (LSI) Denny JA melakukan riset soal daerah yang siap melakukan kehidupan baru, atau New Normal. Hasil riset tersebut sebanyak 158 daerah siap melakukan kehidupan baru dikarenakan penyebaran virus Covid-19 di daerah tersebut cenderung terkendali.

Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman mengatakan, pihaknya merekomendasikan ada 158 wilayah yang siap melakukan new normal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

"Secara keseluruhan, riset kami membagi tiga klaster penyebaran infeksi virus Covid-19 di ratusan daerah. Klaster pertama terdiri dari 124 wilayah yang sejak awal hingga kini tidak ada laporan satupun paparan Corona. Wilayah itu merupakan zona hijau yang sudah bisa untuk mulai bekerja kembali," kata Ikrama dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2020).

Ratusan wilayah tersebut tersebar di seluruh nusantara di beberapa wilayah Papua dan Papua Barat, Sumatera Utara, NTT, Aceh, Maluku, Sulawesi Tenggara, Lampung, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Sualwesi Tengah, Riau, Kalimantan barat, Sulawesi Selatan, Bengkulu, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Barat, Gorontalo, Lebak, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Jawa Barat dan Kalimantan Tengah.

Ikrama melanjutkan, klaster kedua adalah 33 dari 38 wilayah yang mengalami penurunana reporduksi kasus harian. Dia mengatakan, reproduksi kasus relatif dapat dikendalikan setelah diberlakukannya Pembatasan Soasial Berskala Besar (PSBB).

"33 wilayah tersebut siap masuk ke tahap normal baru menyusul kasus harian di daerah tersebut mulai menurun. Ada sejumlah wilayah yang masih fluktuatif grafik kasus barunya namun cenderung stagnan dan relatif terkontrol," sambungnya.

Kata Ikrama, riset LSI menyebut bahwa Jakarta, Tangerang Raya, Gorontalo, Sumatera Barat, Pekanbaru, Gresik, Malang, Kabupaten Siak, Palembang, Kabupaten Banjar, kota Batu, Kabupaten Malang, Bogor Raya, Kabupaten Sumedang, Bandung barat, Bekasi, Tegal, Kota Bandung, Kota Tarakan dan beberapa kota/kabupaten lainnya siap memasuki era new normal.

"Nah itu mereka mungkin siap untuk masuk ke era new normal dan bekerja kembali," tuturnya.

Baca Juga : Ini 102 Kabupaten/Kota yang Masuk Zona Hijau Corona

Klaster ketiga adalah daerah yang terpapar Covid-19, namun tetap dapat mengontrol penyebaran virus meski tidak memberlakukan PSBB. Ikrama menyebutkan, bahwa salah satu diantaranya adalah Bali.

Menurutnya, Bali memiliki kearifan lokal yang terjadi di setiap komunitas dan lapisan masyarakat. Dia mengatakan, mereka bekerja sama guna mencegah angka reproduksi kasus infeksi Covid terus bertambah.

"Bali secara preventif dan kuratif serta mortality dan recovery rate-nya cenderung lebih baik dibading daerah-daerah lain," katnaya.

Ikrama mengatakan, kehidupan normal baru perlu segera diterapkan menyusul kebutuhan ekonomi. Dia menilai bahwa pandemi corona terbukti berdampak pada perekonomian nasional. Lanjutnya, pandemi juga telah membuat jutaan orang terkena PHK.

Dia mengatakan, dibukanya kembali aktivitas perekonomian akan meghindarkan negara dari bencana ekonomi yang lebih buruk. Dia berpendapat, rapuhnya ekonomi negara berpotensi memunculkan bencana yang tidak jauh lebih besar layaknya pandemi covid-19.

Meksi demikian, LSI pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlena dengan kehidupan normal baru yang akan segera berlangsung. Tetap beraktifitas mengikuti semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah.

"Jangan larut dalam euforia karena ada persepsi new normal adalah kehidupan normal. Bahwa sebenarnya normal yang baru itu terpaksa dilaksanakan karena tidak ada vaksin," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini