Cerita Polisi Jauh dari Keluarga Demi Tugas Negara

Pernita Hestin Untari, Okezone · Jum'at 29 Mei 2020 20:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 337 2221723 cerita-polisi-jauh-dari-keluarga-demi-tugas-negara-FUCpfbHUXY.jpg Petugas polisi harus jauh dari keluarga demi tugas negara (Foto : iNews TV)

JAKARTA - Hari raya Idul Fitri menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga. Namun tidak semua orang dapat menikmati, salah satunya petugas polisi atau Bhayangkara Indonesia yang menjaga keamanan. Apalagi di tengah pandemi virus corona (Covid-19) dimana mereka harus kerja ekstra untuk menamastikan keamanan masyarakat.

Seperti yang dialami Kapolsek Anyer, AKP Bakti Yasa Saputri ia mengungkapkan bahwa ia sudah dua tahun tidak bertemu dan berlebaran bersama keluarganya di Jawa Tengah selama dua tahun. Setiap menjelang lebaran dan setelah lebaran ia bertugas mengamankan arus mudik dan arus balik.

"Dari tahun ke tahun pengamanan arus mudik, untuk tahun ini sangat berbeda kami melakukan penyekatan untuk pencegahan virus corona jangan sampai dibawa ke kampung halaman dari pemudik. Saya sudah tidak ketemu dua tahun dengan ibu dan anak saya," kata Bakti melalui tayangan iNews Sore, Jumat (29/5/2020).

Untuk melepas rindu dengan keluarga, Bakti mengungkapkan bahwa dirinya kerap kali melalukan komunikasi melalui video call.

"Kebetulan untuk mengobati dengan anak saya itu video call. Dan yang saya sampaikan ke anak-anak saya harus sadar kalau orang tuanya ini menjaga keamanan. Jangan sampai manja dan cengeng," ujar Bakti.

Tidak hanya Bakti, Briptu Bambang Sulistiyo yang bertugas di Tembagapura, Papua juga harus berjauhan dengan istri dan anaknya di Cirebon. Bahkan Bambang belum sempat melihat anaknya yang masih bayi.

"Saat saya tinggalkan istri, istri sedang mengandung. Dan saya belum sempat melihatnya, saya bertugas disini (Tembagapura) sudah 9 bulan," kata Bambang.

Ia mengungkapkan saat bertugas rasa kangen terhadap keluarga kerap menghampiri, namun ia juga bangga dapat bertugas untuk negara di tanah Papua.

"Di satu sisi rindu keluarga, disisi lain saya memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai tugas Bhayangkara untuk keselamatan keluarga. Kami sebagai anggota Brimob waktu untuk keluarga memang sangat terbatas tapi kebanggan bagi kami walaupun kontribusi kami kecil tapi sudah bangga berbakti untuk negara khususnya di tanah Papua ini," kata Bambang.

Untuk mengatasi rindu terhapa keluarga, Bambang mengungkapkan bahwa dirinya kerap kali berbincang melalui video call dengan sang istri, meskipun terkadang juga terhambat sinyal.

"Kalau video call yang biasanya berbicara mengenai tugas-tugas saya selama berada disini dna perkembangan anak. Lalu juga menanyakan kesehatan anak dan istri," ungkap Bambang.

Baca Juga : Transisi New Normal, Mal Boleh Buka tapi Bioskop Tetap Tutup

Menariknya, iNews TV juga mencoba menghubungkan Bambang dan istrinya di Cirebon. Istrinya, Suci mengungkapkan bahwa saat ini Bambang belum pernah bertemu dengan sang anak. Selain itu, ia juga mengatakan kerap kali khawatir terhapa suaminya yang jauh di Papua, apalagi ketika tidak bisa dihubungi.

"Rasa khawatir ada apalagi ketika sulit dihubungi. Hati-hati kalau patroli dan jangan lupa solatnya," kata Suci.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini