PGRI Minta Kemendikbud Siapkan Standar Minimum Belajar Mengajar dari Rumah

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 29 Mei 2020 16:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 337 2221621 pgri-minta-kemendikbud-siapkan-standar-minimum-belajar-mengajar-dari-rumah-757dt9JXx0.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menyiapkan standar minimum bagi para guru, orangtua, hingga siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah.

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan, selama ini belum ada standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dari Kemendikbud soal teknis belajar dan mengajar dari rumah selama adanya pandemi Covid-19.

"Kalau kita yang paling utama itu jangan hanya menyalahkan guru. Kalau hanya melemparkan pada guru saja salah. Ya bagaimana kebijakan itu, guru kan tergantung pada kebijakannya harusnya orang belajar dari rumah kita disiapkan standar belajar dari rumah. Standar minimum," kata Unifah saat dihubungi Okezone, Jumat (29/5/2020).

 Baca juga: PGRI: Pemerintah Jangan Terlalu Dini Tetapkan Tahun Ajaran Baru 

Unifah mengatakan, jika satu bulan Kemendikbud belum mempunyai SOP belajar mengajar dari rumah tidak akan ada masalah, karena saat itu masih dalam keadaan darurat corona.

Namun, lanjut dia, hingga saat ini Kemendikbud tak kunjung menerbitkan SOP belajar dari rumah padahal kegiatan belajar mengajar tidak boleh dihentikan. Kata dia, tidak ada alasan bagi seorang guru untuk tidak memberikan pelayanan pendidikan bagi siswanya.

"Kalau satu bulan pertama tidak apa-apa namanya masih darutat. Tapi kalau sudah berlangsung lama (seperti ini) harus ada. Sebab, apapun kondisinya tidak ada alasan untuk tidak memberikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak," ujarnya.

 Baca juga: Peran Media Beri Edukasi dan Sosialiasi Pandemi Covid-19

Unifah melanjutkan, SOP belajar dari rumah tersebut harus mengatur bagiamana komunikasi dengan orangtua, hingga sistem belajar mengajar mulai dari full menggunakan sistem online.

"Jadi komunikasi dengan orangtua seperti apa, bagaimana mereka yang betul-betul full pakai online bagaimana kita mengujinya, bagaimana yang semi online, bagaimana yang kemampuan ekonominya karena jaringan dan banyak hal. Itu bagaimana pembelajarannya," ucap dia.

Unifah melanjutkan, SOP belajar dari rumah juga mesti mengatur bagaimana sekolah yang tidak memiliki jaringan internet seperti yang ada di kota.

"Atau mereka yang belajar mengajar dilakukan dengan guru kunjung. Guru kunjung ini bagiamana keselamatannya, siapa yang memikirkan kesehatannya. Internet itu baru 47 persen dari data Kemdikbud, lalu bagaimana yang sistem internet juga tidak selamanya stabil," imbuhnya.

Unifah menjelaskan, pihaknya tidak mempersoalkan bila nantinya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan pada pertengahan Juli 2020. Namun, ia menegaskan proses belajar tetap harus tetap berlangsung dari rumah selama belum adanya kajian ilimiah soal sekolah kapan sekolah bisa kembali dibuka.

"Yang penting proses pembelajaran tidak boleh terganggu dengan alasan apapun," pungkasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini