PGRI: Pemerintah Jangan Terlalu Dini Tetapkan Tahun Ajaran Baru

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 29 Mei 2020 15:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 337 2221563 pgri-pemerintah-jangan-terlalu-dini-tetapkan-tahun-ajaran-baru-Rleov4FZjJ.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi meminta pemerintah tidak terlalu dini menetapkan, tahun ajaran baru 2020-2021 dimulai pada Juli mendatang di tengah pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, pemerintah boleh saja menetapkan tahun ajaran baru 2020-2021 tersebut pada pertengahan Juli. Namun, kata dia, proses belajar mengajar tetap harus berlangsung dari rumah.

"Kalau menurut saya jangan terlalu dini untuk menetapkan bahwa Juli kita mulai sekolah. Atau pada Juli tetap sekolah tapi sekolah dari rumah. Kan beda itu, tidak apa-apa tanggal 13 Juli tapi sekolah dari rumah," kata Unifah kepada Okezone, Jumat (29/5/2020).

 Baca juga: IGI: Pemerintah Terlalu Berani jika Paksakan Sekolah Dibuka Kembali 

Unifah mengingatkan, bahwa era new normal (kenormalan baru) di tengah pandemi setiap orang wajib menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, physical distancing, hingga mencuci tangan.

"Nah, di sekolah lalu siapa yang menjamin itu? Siapa yang akan mengontrol satu persatu ketika anak di jalan, di angkot, di kafetaria, berpelukan sama temannya?" ucap dia.

Ia pun tak mempersoalkan bila nantinya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan pada Juli 2020. Namun, ia kembali menegaskan proses belajar tetap harus dari rumah selama belum adanya kajian ilimiah soal sekolah kembali dibuka.

 Baca juga: Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak Harus Terbebani Target Kurikulum

"Kenapa? Karena tidak ada yang bisa menjamin. Anak kita itu lebih dari 45 juta, guru lebih dari 3,3 juta. Belum lagi guru agama dari Kemenag, belum sekolah dari Kemenag, dan total-total di atas 65 juta," lanjutnya.

"Terus kalau itu jadi kluster baru akan sangat berbahaya," tambahnya.

Unifah menilai, jika Kemendikbud telah menetapkan tahun ajaran baru bagi peserta didik maka itu juga akan diikuti lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren.

Menurut dia, pesantren bisa saja kembali membuka kegiatan belajar mengajarnya yang selama pandemi corona telah dihentikan sementara.

"Kalau sekalinya dibuka nanti akan merembet. Karena itu harus hati-hati, harus ada kajian dan harus dengar apa kata ahlinya. Karena kalau untuk pendidikan itu beda dengan ekonomi," pungkasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini