Share

Jelang New Normal, Ini yang Perlu Dipersiapkan Pemerintah dan Perusahaan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 29 Mei 2020 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 337 2221428 jelang-new-normal-ini-yang-perlu-dipersiapkan-pemerintah-dan-perusahaan-zBYk9jOvS6.jpg (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah dan perusahaan diminta untuk mempersiapkan infrastruktur yang memadai menjelang penerapan New Normal atau tatanan hidup normal baru dalam menghadapi pandemi Covid-19. Infrastruktur itu penting guna mendukung protokoler kesehatan dalam penerapan New Normal.

Demikian diungkapkan Sosiolog asal Universitas Nasional (UNAS), Sigit Rochadi saat dikonfirmasi terkait kesiapan pemerintah dalam menerapkan fase New Normal, dalam waktu dekat. Adapun, infrastruktur tersebut yakni sarana dan prasarana penunjang protokoler kesehatan.

"Infrastruktur yang paling penting untuk kota-kota besar adalah transportasi, sarana cuci tangan dengan sabun, masker yang higienis yang semua itu sebaiknya disediakan pemerintah dan pusat-pusat perbelanjaan," kata Sigit kepada Okezone, Jumat (29/5/2020).

Menurut Sigit, pemerintah juga perlu mengeluarkan aturan atau kebijakan baru dalam pelaksanaan New Normal. Diantaranya, adanya pengaturan waktu masuk kantor bagi karyawan serta jam belajar bagi anak sekolah.

"Selain itu perlu kebijakan baru yang membatasi pergerakan manusia (mobilitas). Misal, kerja dalam 1 minggu wajib ke kantor 3 hari, sekolah-sekolah diatur jam belajar yang efektif," jelasnya.

Lebih lanjut, Sigit juga menjelaskan makna dari fase New Normal yang bakal diterapkan di Indonesia. Dibeberkan Sigit, New Normal mengartikan kenormalan baru dalam menjalankan aktivitas sehari-sehari seperti semula dengan ditambah penerapan protokol kesehatan.

Oleh karenanya, akan ada banyak perubahan sosial yang terjadi dan harus dipahami masyarakat agar tidak salah paham ketika menerapkan New Normal. Hal ini harus dipahami agar menjadi komitmen bersama di masyarakat.

"Fase ini mengubah perilaku sosial masyarakat secara drastis. Dalam interaksi masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan jabat tangan, pelukan, bertamu dengan masuk rumah, ada sajian minuman, makanan dan lain-lain," paparnya.

"Nah mengubah kebiasaan ini tidak mudah. Ada nilai sosial budaya yang hilang. Ketemu dengan guru, orang tua, hormat ditunjukkan dengan sikap cium tangan. Jika tidak dilakukan dianggap sebagai sikap kurang ajar," sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat melakukan peninjauan kesiapan penerapan prosedur standar New Normal di dua lokasi Jakarta dan Bekasi pada Selasa, 26 Mei 2020. Dua lokasi yang ditinjau kesiapannya yakni, Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, dan Mall Summarecon, Bekasi.

Dalam kunjungannya ke Mall Summarecon, Bekasi, Jokowi menyebut bahwa kurva Covid-19 di daerah tersebut cukup bagus. Jokowi memberi sinyal bahwa Bekasi siap untuk diberlakukan New Normal.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini