Polri Koordinasi dengan LPSK-Kemenlu Terkait Keberadaan 2 ABK di Kapal China

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 28 Mei 2020 20:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 337 2221143 polri-koordinasi-dengan-lpsk-kemenlu-terkait-keberadaan-2-abk-di-kapal-china-uUU7ZzWxAN.jpg Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan. (Foto : Okezone.com/Puteranegara Batubara)

JAKARTA – Polri melakukan koordinasi dengan LPSK dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait dengan kasus dugaan perbudakan terhadap Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal China Kapal Long Xing 629.

"Penyidik Dittipidum Bareskrim Polri terus melakukan koordinasi dengan Kemenlu dan LPSK terkait keberadaan ke-2 ABK Kapal Long Xing 629," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Mengingat, kata Ahmad, sampai saat ini belum ada informasi terkait kepulangan dua orang tersebut berdasarkan informasi dari pihak Kemenlu.

"Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak Kemenlu terkait pemulangannya," ujar Ahmad.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri menangkap tiga tersangka yang berperan sebagai penyalur ABK WNI yang diduga diperbudak saat bekerja di kapal China.

Ketiga tersangka yang ditangkap itu adalah William Gozaly, Joni Kasiyanto, dan Ki Agus Muhammad Firdaus. William Gozaly berperan melakukan pendaftaran para ABK, memproses keberangkatan dan melaporkan proses perekrutan.

Tersangka Ki Agus Muhammad Firdaus berperan sebagai mengirim ABK untuk mengikuti pelatihan dasar dan menjelaskan soal maksud dan tujuan dari perjanjian kerjasama laut (PKL) atau kontrak kerja.

Lalu, Joni Kasiyanto bertugas sebagai perekrut ABK, menyiapkan tempat penampung dan memberangkatkan ABK ke Busan, Korea Selatan.

Sebagaimana diberitakan, ke-14 ABK WNI pulang ke Tanah Air, pada Jumat 8 Mei 2020. Mereka adalah awak kapal penangkap ikan berbendera China, Long Xin 629 yang tiba di Busan, Korea Selatan dengan kapal penangkap ikan Tiongkok, Tian Yu 8 pada bulan lalu.

Mereka melaporkan telah menerima perlakuan tidak manusiawi dan diskriminasi selama bekerja di kapal Long Xin 629.


Baca Juga : Kronologi Pengungkapan Kasus TPPO ABK WNI di Kapal Lu Qing Yuan Yu

Seorang awak kapal WNI lain yang tiba bersama mereka di Busan telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di kota itu. Penyebab kematian ABK WNI, yang diketahui berinisial E, dikarenakan penyakit pneumonia, yang diduga berkaitan dengan kondisi hidup dan kerja di atas kapal tersebut.

Selama berada di Busan, para ABK WNI menjalani karantina selama 14 hari dan dimintai keterangan mengenai kondisi mereka saat bekerja di kapal Long Xin 629 oleh aparat penegak hukum Korea Selatan untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini